Dalam forum tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyampaikan kesiapannya untuk berinvestasi di sektor pertanian sebagai bagian dari langkah nyata Pemkot Kupang mendukung kedaulatan pangan. “Kami punya lahan sawah sekitar 419 hektare, dan lahan non-sawah seluas 6.700 hektare. Kami siap menyiapkan modal agar lahan ini dapat ditanami, tinggal kami butuh mitra dari pengusaha maupun pengelola MDG,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya upaya percepatan atau quick win dalam waktu dekat, seperti program 100 hari hingga 1 tahun ke depan. Salah satu program prioritas adalah pengelolaan sampah berbasis komunitas. Pemerintah Kota Kupang berencana mendistribusikan 1.300 kontainer sampah di seluruh RT dan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di enam kecamatan.
“Targetnya, hanya 15 persen residu sampah yang sampai ke TPA Alak. Sisanya akan diolah di tingkat kecamatan, bahkan bisa dijadikan bata atau bahan baku lainnya yang memiliki nilai ekonomis,” katanya.
Dalam sektor industri, Wali Kota Kupang menyinggung tentang pabrik garam iodisasi di Penkase Oeleta yang saat ini kekurangan pasokan bahan baku. “Kami produksi 1,5 ton garam iodium per hari. Kami butuh kerjasama dengan kabupaten atau pihak ketiga untuk pasokan garam mentah,” ujar dr. Christian.
Kupang juga dinyatakan siap mendukung pengiriman tenaga kesehatan, khususnya perawat, ke luar negeri seperti Jepang dan Australia. “Stok perawat kami cukup, dan kami siap kolaborasi untuk penempatan tenaga kerja ke luar negeri,” tambahnya.
Tak hanya itu, sebagai kota jasa dan perdagangan, Pemkot Kupang juga menyiapkan revitalisasi taman-taman kota agar menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif. Salah satunya adalah Taman Nostalgia yang akan dihidupkan kembali melalui program Sunday Market. “Taman harus bernyawa, bukan hanya tempat duduk dan tanaman. Kami ingin ada aktivitas ekonomi, khususnya UMKM,” tegasnya.
Di akhir pemaparan, dr. Christian juga menyampaikan pentingnya percepatan birokrasi melalui kehadiran head desk di tingkat provinsi agar koordinasi dengan pemerintah pusat berjalan lebih cepat dan efisien. Ia juga menyinggung tawaran kerjasama dari Kota Darwin, Australia, yang saat ini tengah dikaji oleh pihaknya.















