Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Opini

Pancasila dari Ende: Ketika Nilai Persatuan Diuji di Nusa Tenggara Timur

64
×

Pancasila dari Ende: Ketika Nilai Persatuan Diuji di Nusa Tenggara Timur

Sebarkan artikel ini

Demikian pula dalam konteks pembangunan. NTT saat ini sedang bergerak menuju berbagai agenda pembangunan strategis. Pariwisata dikembangkan, investasi didorong, dan infrastruktur terus dibangun. Namun pembangunan yang bernafaskan Pancasila tidak hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi. Pembangunan juga harus memastikan bahwa masyarakat kecil tidak menjadi korban dari proses tersebut.

Sila kelima mengingatkan bahwa keadilan sosial harus menjadi tujuan utama. Ketika ada masyarakat yang kehilangan ruang hidupnya, ketika pedagang kecil merasa tersingkir, atau ketika kelompok rentan merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, maka pembangunan perlu dievaluasi agar tetap berjalan di jalur keadilan.

Di sisi lain, NTT juga dikenal sebagai wilayah yang kaya akan keberagaman. Perbedaan agama, etnis, dan budaya telah lama hidup berdampingan. Warisan toleransi ini sejatinya merupakan manifestasi langsung dari nilai Pancasila yang dahulu disaksikan sendiri oleh Bung Karno selama berada di Ende.

Baca Juga:  Festival Lingkungan Hidup 2024: "Kembali ke Alam

Karena itu, tantangan terbesar hari ini bukanlah menjaga Pancasila tetap tertulis dalam konstitusi, melainkan menjaga agar nilainya tetap hidup dalam tindakan sehari-hari. Dalam cara pemerintah melayani masyarakat, dalam cara masyarakat menyampaikan kritik, dan dalam cara seluruh elemen daerah membangun ruang dialog yang sehat.

Baca Juga:  Progres Pembangunan Bendungan Temef di NTT Capai 90,08%

Hari Lahir Pancasila seharusnya menjadi momentum refleksi bersama. Terutama bagi NTT yang memiliki ikatan historis yang sangat kuat dengan lahirnya ideologi bangsa ini.

Dari Ende, Bung Karno mewariskan gagasan tentang persatuan, keadilan, kemanusiaan, dan demokrasi. Warisan itu tidak boleh berhenti menjadi cerita sejarah yang dikenang setiap 1 Juni. Ia harus menjadi kompas moral yang membimbing setiap kebijakan, setiap keputusan politik, dan setiap langkah pembangunan di Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga:  Lentera di Gerbang Cendana: Sketsa Christian Widodo dan Manifesto Kemanusiaan di Kupang

Karena sesungguhnya, penghormatan terbesar kepada Bung Karno bukanlah sekadar mengenang tempat ia merenungkan Pancasila. Penghormatan terbesar adalah menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata masyarakat hari ini.

Selamat Hari Lahir Pancasila. Dari Ende untuk Indonesia, dari nilai untuk tindakan.

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *