Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerah

Nyaris Putus Akibat Erosi Kali Loworea, Dinas PUPR NTT Bersama Pemkab Ende Bangun Alitrase Sementara

113
×

Nyaris Putus Akibat Erosi Kali Loworea, Dinas PUPR NTT Bersama Pemkab Ende Bangun Alitrase Sementara

Sebarkan artikel ini

DetikNTT.Com || Ende – Untuk mengatasi akses yang nyaris terputus akibat erosi sungai Loworea pada ruas jalan propinsi yang menghubungkan kabupaten Sikka – kabupaten Ende dan kabupaten Nagekeo.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah kabupaten Ende sudah mempersiapkan jalan alternatif di desa Wewaria kecamatan Wewaria kabupaten Ende.

Kerusakan jalan propinsi tersebut terjadi setelah aliran sungai Loworea berbelok dan menggerus badan jalan akibat peninggian endapan sedimen pasir dan lumpur di daerah aliran sungai. Kondisi tersebut menyebabkan sungai meluap saat banjir dan merusak jalan utama yang menjadi jalur penghubung tiga kabupaten di wilayah itu.

Sebagai langkah darurat, Dinas PUPR NTT bersama Pemerintah kabupaten Ende membangun jalur alternatif sementara dengan memanfaatkan lahan kebun milik warga.

Jalur tersebut diratakan dan ditimbun menggunakan material sirtu (pasir dan batu) agar tetap dapat dilalui kendaraan, terutama saat musim hujan.

Kepala Dinas PPUR Propinsi NTT, Benyamin Nahak, ST, MT melalui Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Marthinus Tallo, S.T menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dari bupati Ende, Kepala Dinas PU Ende, Camat Wewaria, kepala desa, mosalaki dan masyarakat pemilik lahan sekitar yang mengizinkan lahannya digunakan untuk jalur sementara.

Baca Juga:  Ekspos Hasil Pembaruan Zona Nilai Tanah 2024 Kota Kupang: Kolaborasi Pemerintah dan Badan Pertanahan

” Ini respon cepat dari bapak Gubernur Melki Laka Lena dan bapak Wakil Gubenur Jhoni Asadoma yang memerintahkan langsung Dinas PUPR NTT untuk segera melakukan penanganan darurat yang sifatnya sementara agar aktivitas warga dan distribusi logistik tetap berjalan,” ujar Marthin Tallo.

Pemerintah Provinsi NTT melalui dinas PUPR kata MarthinTallo, melakukan upaya pengalihan arah aliran sungai dengan krib untuk mencegah turbelensi yang menyebabkan erosi yang mengancam badan jalan dan jalan alternatif yang sedang ditangani.

“Kita gunakan dua krib untuk mengendalikan morfologi sungai Loworea yang berubah-ubah dan menjaga keamanan infrastruktur jalan yang persis berada di pinggir sungai tersebut.” tandas Marthin Tallo

Dirinya menjelaskan, krib ini berfungsi mengatur arah arus sungai Loworea agar tidak merusak tebing sungai dan infrastuktur jalan karena kontruksinya dapat mengikuti pergerakan tanah di bawahnya tanpa merusak konstruksi, sehingga cocok untuk tanah yang tidak rata.

Baca Juga:  Bergerak Cepat Atasi Jalan Amblas di Lintas Utara Ende - Flores, Dinas PUPR Propinsi NTT Tinjau Lokasi

Krib sungai (groynes) kata Marthin Tallo, adalah struktur bangunan pengatur alur sungai yang dibangun menjorok dari tepi tebing ke arah tengah sungai. Fungsinya utama melindungi tebing sungai dan bahu jalan dari erosi (gerusan) arus deras, mengurangi kecepatan arus, mengendapkan sedimen, serta menjaga stabilitas lebar dan kedalaman alur sungai Loworea itu sendiri.

Desain penaganan alitrase sementara

“Kita akan bangun Krib untuk melindungi badan jalan dari gerusan lokal, memerangkap sedimen, dan mengarahkan arus agar tidak merusak tebing dan badan jalan.”ujarnya.

Seperti yang disaksikan media ini peninjuan lokasi kali ini, Kepala seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR NTT, Marthinus Tallo bersama Riki Nafi salah satu staf teknik, didampingi langsung oleh Kepala Dinas PU kabupaten Ende, Mustaqim M. Mberu, Camat Wewaria, Fidelis Bela, kepala desa Wewaria, Firmus Lise, toko masyarakat dan para pemilik lahan yang berdampak.

Usai tiba dilokasi tersebut, Marthin Tallo nampak serius mengamati pergerakan arus sungai yang telah mengikis habis bahu jalan propinsi itu. Pandanganya tertuju di DAS Loworea. Sesekali dirinya berdiri dan berdiskusi dengan kadis PU Ende, Mustakim Mberu dan camat Wewaria. Tiga pejabat ini nampak serius mengamati pergerakan arus sungai Loworea itu. Usai berdiskusi, nampak Marthin Tallo mengukur dan memilih menuruni tebing sungai untuk mengukur kedalam dan sedimentasi sungai, menentukan lokasi dan arah krib. Saat menuruni tebing sungai tersebut, Marthin Tallo sempat terpeleset hingga 10 meter dari tebi hingga ke bibir sungai.

Baca Juga:  Kejaksaan Tinggi NTT Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-79

“Pada keadaan normal ditengah sungai ini hanya air kosong namun saat banjir permukaan air nya akan naik hingga 2 meter dari permukaan jalan pak” tandas Marthin Tallo usai melakukan survei tersebut.

Sementara itu, kepala dinas PU kabupaten Ende, Mustakim Mberu, Camat Wewaria, Fidelis Bela dan kades berdiskusi dengan masyarakat pemilik lahan sekitarnya. Diskusi dengan suasana kekeluargaan itu membuahkan hasil. Masyarakat pemilik lahan mengijinkan lahan mereka digunakan untuk altrase sementara.

Langkah cepat ini menunjukkan kolaborasi antara Gubernur NTT, Melki Laka Lena dan wagub Jhoni Asadoma Bupati Ende Yosef Badeoda dan masyarakat dalam menjaga konektivitas dan mempercepat pemulihan infrastruktur di kabupaten Ende.

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *