Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerah

Bergerak Cepat Atasi Jalan Amblas di Lintas Utara Ende – Flores, Dinas PUPR Propinsi NTT Tinjau Lokasi

376
×

Bergerak Cepat Atasi Jalan Amblas di Lintas Utara Ende – Flores, Dinas PUPR Propinsi NTT Tinjau Lokasi

Sebarkan artikel ini
Ket : Kepala Dinas PUPR Propinsi NTT, Ir. Benyamin Nahak, MT saat meninjau langsung ruas jalan di Pantura Ende - Flores, foto : Stef Bata

DetikNTT.Com || Ende – Pemerintah Propinsi NTT melalui Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan penanganan segera jalan yang amblas lintas Maumere – Ende- Nagekeo tepatnya di kecamatan Wewaria kabupaten Ende mengggunakan Belanja tidak terduga (BTT) .

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas PUPR Propinsi NTT, Ir. Benyamin Nahak, MT saat meninjau langsung ruas jalan yang nyaris putus akibat diterjang banjir di dusun Maumeri desa Wewaria kecamatan Wewaria kabupaten Ende pada Sabtu pekan lalu.

Nampak kepala dinas Benyamin Nahak didampingi Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan , Martinus Talo, ST, PPK, Jarot Nugroho, S.S.T, Kepala Bagian (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Ende, Nasrul, ST bersama staf dan tim media.

Seperti yang disaksikan media ini, setibanya di lokasi tersebut, kadis Beny nampak serius mengamati amblasnya badan jalan itu. Sesekali matanya melolot tajam mengamati pergerakan arus sungai Loworea yang mengeruh. Usai mengamati kondisi lapangan, kadis Beny nampak menginstrusikan kepada kedua stafnya untuk mengukur panjang jalan aspal yang ambalas dan di dokumentasikan.
Beberapa staf dari Dinas PUPR Ende langsung melakukan pengukuran.

Baca Juga:  PERUMDA Air Minum kota Kupang: Tata Kelola dan SDM Jadi Fokus Pembenahan

” Total panjang nya 200 meter pak” kata salah satu staf yang melaporkan kepada kadis Beni.

Usai mendengar laporan tersebut, Kadis Beni langsung memanggil Kepala Seksi Pembangunan jalan dan jembatan, Martinus Talo dan PKK Jarot Nugroho membuat sketsa penanganan.

Kepada media ini, Kadis Beny Nahak menegaskan, ruas jalan yang amblas di kecamatan Wewaria ini menjadi prioritas utama karena kondisinya paling parah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Tahun ini langsung kami tangani menggunakan sumber dana belanja tidak terduga (BTT) karena jika dibiarkan, bisa menimbulkan risiko besar bagi masyarakat yang melintas,” ujarnya.

Menurut kadis Beny Nahak, langkah pertama penanganan yang dilakukan adalah mengembalikan daerah aliran sungai (DAS) ke sungai lamanya (restorasi sungai).

Untuk memulihkan fungsi alami dan mencegah erosi maka pihaknya kata Kadis Beny, akan menelusuri morfologi sungai guna memastikan bentuk, ukuran dan perilaku sungai Loworea serta perubahaan fisiknya akibat erosi dan pengendapan.

Baca Juga:  Gelar Pembinaan Bagi Rapala, Wali Kota Apresiasi Bakamla Kupang

“Kita meneulusuri lebar, kedalaman aliran, lebar aliran banjir, kemiringan aliran dan jenis material dasar sungai”paparnya.

Pola penanganan kedua lanjut kadis Beny Nahak adalah alitrase yaitu menelusuri lintasan sungai dan normalisasi dengan cara pengerukan sedimen/pendangkalan, pelebaran badan sungai serta penguatan tebing.

” Langkah ini mencegah banjir meningkatkan kelancaran aliran air serta melindungi pemukiman di sekitar bantaran sungai” tandasnya.

Kadis Beny Nahak juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat melintas di ruas-ruas jalan yang terdampak amblas.

“Kami imbau agar pengguna jalan berhati-hati, apalagi di titik-titik rawan longsor”. tambahnya.

Langkah cepat PUPR Propinsi NTT ini diharapkan mampu menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, terutama di jalur penghubung antar wilayah yang vital bagi aktivitas ekonomi.

Baca Juga:  IMMAGO KUPANG Rayakan Dies Natalis ke -23 dan Penutupan Bulan Maria

Seperti yang perna diberitakan media ini sebelumnya, ruas jalan pantai utara (pantura) di Dusun Maumeri, Desa Wewaria, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), nyaris putus akibat diterjang banjir. Jalur jalan ini yang menghubungkan Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Kepala Desa Wewaria, Firmus Lise mengungkapkan, banjir itu dipicu hujan deras yang melanda wilayah tersebut pada Minggu (11/1/2025).

“Setelah hujan deras kemarin sore terjadi banjir, jalan ini putus sekitar tadi malam,” ungkap Firmus saat dihubungi, Senin (12/1/2025).

Kades Firmus mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut menyebabkan akses warga terhambat. Ia menyampaikan, saat ini jalur itu hanya bisa dilewati kendaraan berkapasitas kecil, seperti pikap dan roda dua. Namun, ia mengimbau pengendara tetap waspada untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.

“Jalur tersebut merupakan ruas jalan provinsi. Kita sudah melaporkan kejadian tersebut ke BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Ende agar segera ditangani,” Tuturnya.

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *