“Kapal yang kuat bukan hanya ditentukan oleh mesinnya, tetapi oleh sistem, manusia, dan budaya keselamatan yang menggerakkannya.” Dr.Ir. Karolus Karni Lando, MBA
DetikNTT.Com || Jakarta – KRQA–SQC Certification Services melaksanakan audit terintegrasi di PT Trans Yeong Maritime (TYM) pada 7–14 September 2026.
Audit tersebut mencakup penerapan ISO 9001 Quality Management System, ISO 14001 Environmental Management System, ISO 45001 Occupational Health and Safety Management System, International Safety Management (ISM) Code, serta Maritime Labour Convention (MLC) 2006.
Audit dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas sistem manajemen, keselamatan operasi kapal, perlindungan lingkungan, serta pemenuhan hak dan kesejahteraan pelaut dalam kegiatan operasional PT Trans Yeong Maritime.
PT Trans Yeong Maritime merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang port management, shipping operations, dan marine vessel services, termasuk mendukung kegiatan marine operations di Donggi Senoro LNG, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Kegiatan operasional perusahaan antara lain meliputi pengoperasian harbour tug, pilot boat, mooring boat, tug assistance, pilotage support, berthing and unberthing, mooring operations, serta berbagai aktivitas pendukung keselamatan dan operasional kapal.
Audit Dimulai dari Kantor Pusat dan Dilanjutkan ke Operation Site
Pelaksanaan audit diawali dengan Opening Meeting di Kantor PT Trans Yeong Maritime, Tanjung Priok, Jakarta, pada 7 September 2026.
Rapat pembukaan dihadiri Presiden Direktur PT Trans Yeong Maritime Soleh Komarudin, bersama jajaran pimpinan perusahaan, antara lain Yoo Joon Hyeong selaku Operation Director, Erick Indra Darma selaku VP Finance & GA, Gandha selaku VP Operation, Riska Damayanti dari fungsi Quality & Compliance, serta para senior staff perusahaan.
Setelah rangkaian audit di kantor pusat, kegiatan dilanjutkan ke Operation Site Donggi Senoro LNG di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, untuk melakukan verifikasi langsung terhadap penerapan sistem manajemen dan kegiatan operasional marine.
Audit dipimpin oleh Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA sebagai Lead Auditor, dengan dukungan dua Lead Auditor lainnya, yaitu dr. Augustinus dan Gregorius Paulus, ST.
Memastikan Sistem Manajemen Terintegrasi Berjalan Efektif
Pelaksanaan audit dirancang secara terintegrasi agar penerapan sistem manajemen mutu, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja tidak berjalan secara terpisah, tetapi menjadi satu kesatuan yang mendukung efektivitas operasional perusahaan.
Audit ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001 difokuskan pada evaluasi terhadap mutu pelayanan, pengelolaan risiko, perlindungan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, kepatuhan terhadap persyaratan, kompetensi personel, pengendalian operasional, serta continual improvement.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena dalam industri pelayaran dan marine services, kualitas pelayanan memiliki hubungan yang sangat erat dengan keselamatan operasi, perlindungan lingkungan, keandalan kapal, serta kompetensi personel.
Audit ISM Code: Keselamatan Kapal dan Pencegahan Pencemaran
Audit ISM Code dilakukan untuk memastikan bahwa Safety Management System diterapkan secara efektif dalam mendukung keselamatan pengoperasian kapal dan pencegahan pencemaran.
Audit mencakup antara lain tanggung jawab dan kewenangan perusahaan, peran Designated Person Ashore (DPA), tanggung jawab Master, kompetensi dan sumber daya personel, shipboard operations, emergency preparedness, maintenance of ship and equipment, pelaporan serta analisis insiden, pengendalian dokumentasi, hingga proses company verification dan management review.
Pemeriksaan juga dilakukan secara langsung terhadap area operasional kapal, termasuk Bridge, Accommodation, Deck Area, Engine Room, serta berbagai peralatan keselamatan dan perlindungan lingkungan.
Dengan demikian, efektivitas sistem tidak hanya dinilai berdasarkan dokumen yang tersedia, tetapi juga melalui implementasi nyata di lapangan dan di atas kapal.
Audit MLC 2006: Memastikan Perlindungan dan Kesejahteraan Pelaut
Selain aspek keselamatan kapal, audit juga mencakup pemenuhan persyaratan Maritime Labour Convention (MLC) 2006.
Audit ini bertujuan memastikan bahwa hak, kondisi kerja, kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan para pelaut telah dikelola sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
Aspek yang dievaluasi antara lain Seafarers’ Employment Agreement, working and rest hours, wages, accommodation, food and catering, medical care, occupational health and safety, complaint procedures, repatriation, serta perlindungan terhadap hak dasar pelaut.
Dengan pendekatan tersebut, audit tidak hanya melihat keselamatan kapal sebagai aset, tetapi juga memastikan bahwa para pelaut yang menjalankan kegiatan operasional memperoleh perlindungan dan kondisi kerja yang memadai.
Audit Sistem dan Audit Kapal sebagai Satu Kesatuan
KRQA–SQC Certification Services menilai bahwa efektivitas sistem manajemen pada perusahaan pelayaran harus dapat dibuktikan secara konsisten dari tingkat manajemen hingga kegiatan operasional di atas kapal.
Karena itu, audit PT Trans Yeong Maritime dilakukan dengan menelusuri keterkaitan antara Head Office Management, DPA, Marine & Technical Department, Master, Officers, Crew hingga Shipboard Operations.
Pendekatan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana kebijakan dan sistem yang ditetapkan di kantor pusat diterjemahkan menjadi praktik kerja di operation site maupun di atas kapal.
Secara keseluruhan, audit terintegrasi tersebut ditujukan untuk memastikan bahwa aspek Quality, Environmental Protection, Occupational Health & Safety, Ship Safety, dan Seafarers’ Welfare diterapkan secara konsisten dan saling mendukung.
Mendukung Operasi Maritim yang Aman, Andal dan Berkelanjutan
Melalui pelaksanaan Integrated Management System, ISM Code dan MLC 2006 Audit, KRQA–SQC Certification Services berkomitmen menjalankan proses audit yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan standar, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi organisasi.
Audit diharapkan dapat mendukung PT Trans Yeong Maritime dalam mempertahankan dan meningkatkan:
Quality of Service, Safe Marine Operations, Environmental Protection, Occupational Health and Safety, Ship Reliability, Seafarers’ Welfare, serta Continual Improvement.
Dalam industri pelayaran, sistem manajemen yang efektif tidak hanya tercermin dari kelengkapan dokumen di kantor.
Implementasinya harus terlihat dalam setiap keputusan manajemen, setiap aktivitas di atas kapal, pengoperasian bridge dan engine room, kesiapan menghadapi keadaan darurat, pemeliharaan kapal dan peralatan, hingga perlindungan terhadap setiap crew yang menjalankan kegiatan operasional.
KRQA–SQC Certification Services
Integrated Management System • ISM Code • MLC 2006
Supporting Safe, Reliable and Sustainable Maritime Operations













