
Kupang,Detikntt.com —Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Asal Boawae (HIPPMAB) Kupang sukses menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) 2025 pada 14–16 November 2025 di Gedung STIMIK Kupang. Sebanyak 18 calon anggota baru mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pengkaderan yang berlangsung selama tiga hari.
Ketua Umum HIPPMAB Kupang, Emilianus Erickson Kasa, dalam sambutannya menegaskan bahwa MPAB bukan sekadar agenda seremonial, melainkan proses awal pembentukan karakter, komitmen, dan kesadaran berorganisasi bagi para calon anggota.
Ia juga menyebut MPAB sebagai respon organisasi terhadap minimnya keterlibatan pemuda dalam aktivitas sosial dan kemasyarakatan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Maria Anjelina Wea To yang mendorong seluruh peserta untuk mengikuti proses dengan penuh tanggung jawab. Mewakili para senior, Natalia Wea menyampaikan apresiasi kepada 18 peserta MPAB atas komitmen mereka. Ia menegaskan bahwa kualitas kader lebih diutamakan dibanding kuantitas anggota.
Selama pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi pengembangan diri dan organisasi, di antaranya Public Speaking, Lobi dan Negosiasi, Sejarah Pergerakan Mahasiswa, serta Manajemen Konflik dan Dinamika Kelompok.
Materi tersebut diharapkan dapat membentuk karakter pemimpin yang kritis, intelektual, dan siap berkontribusi dalam organisasi.
Pada sesi penutupan, Ketua Umum HIPPMAB kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan. Ia menyebut MPAB 2025 sebagai ruang strategis untuk memperkuat kesadaran kritis dan potensi kepemimpinan calon anggota baru.
Mewakili organisasi kepemudaan, Ketua Umum KMK SPM Undana mengingatkan bahwa MPAB merupakan fondasi penting bagi peserta untuk memahami nilai, tujuan, dan sejarah HIPPMAB. Sementara itu, senior HIPPMAB, Sulastri Elu, menyatakan rasa syukur karena proses kaderisasi tetap berjalan sebagai bagian dari pelestarian tongkat estafet organisasi.
Kegiatan MPAB 2025 ditutup secara resmi oleh Wilhelmus S. Wedo mewakili orang tua. Dalam pesannya, ia menekankan bahwa HIPPMAB Kupang tidak menganut konsep eliminasi dan semua anggota memiliki kesempatan berkembang yang sama. Ia berharap para anggota baru mampu menjunjung tinggi nama baik organisasi.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan MPAB HIPPMAB Kupang 2025 menjadi momentum penting bagi organisasi untuk mempererat silaturahmi, mengembangkan kapasitas intelektual, serta membangun kesadaran berorganisasi generasi muda asal Boawae.*





