Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman. Ia menegaskan bahwa identitas budaya yang berbeda bukan menjadi pemisah, melainkan kekuatan yang memperkaya kehidupan masyarakat Kota Kupang.
“Menjadi orang Madura sekaligus menjadi warga Kota Kupang bukan dua identitas yang bertentangan, tetapi saling menguatkan. Harmoni bukan berarti kita harus sama, melainkan mampu hidup berdampingan dalam keseimbangan, saling menghormati, dan saling mendukung,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa pembangunan Kota Kupang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia, penguatan toleransi, serta semangat persaudaraan antaretnis. Karena itu, Pemerintah Kota Kupang siap bersinergi dengan KKMF dan seluruh paguyuban dalam mendukung berbagai program pembangunan.
“Kami membuka ruang kolaborasi dengan seluruh paguyuban yang ada di Kota Kupang. Mari kita bersama-sama membangun kota ini sebagai rumah yang aman, nyaman, harmonis, dan membanggakan bagi semua,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga mendorong pengurus KKMF untuk terus memperkuat legalitas organisasi sehingga dapat bermitra lebih luas dengan pemerintah dalam pelaksanaan berbagai program kemasyarakatan.
Sementara itu, Ketua Kerukunan Keluarga Madura Flobamora Kota Kupang Periode 2026–2031, Sahri, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut.















