Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Wali Kota dan Wawali Turun Langsung Tertibkan Pekerja Anak Jalanan

36
×

Wali Kota dan Wawali Turun Langsung Tertibkan Pekerja Anak Jalanan

Sebarkan artikel ini

Kota Kupang, DetikNTT.Com – Pemerintah Kota Kupang menunjukkan keseriusannya dalam melindungi hak-hak anak dengan turun langsung ke lapangan menertibkan pekerja anak yang masih beraktivitas di jalanan pada malam hari. Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., memimpin langsung operasi penertiban humanis di sejumlah titik yang selama ini kerap menjadi lokasi anak-anak berjualan hingga larut malam, salah satunya adalah kawasan Alfamart Jalan El Tari, Sabtu (13/6) malam.

Berbeda dari pola penertiban konvensional yang hanya memindahkan anak-anak dari jalanan, Pemerintah Kota Kupang kali ini menerapkan pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Operasi gabungan yang melibatkan Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Satpol PP tersebut tidak berhenti pada proses penjangkauan di lapangan.

Setiap anak yang terjaring langsung diantar pulang ke rumah masing-masing untuk dilakukan asesmen sosial guna mengetahui akar persoalan yang mendorong mereka bekerja di jalanan.

Baca Juga:  Menguatkan Konvergensi, Mempercepat Penurunan Stunting: Kota Kupang Perkuat Sinergi Berbasis Data pada Pertemuan Monev Stunting

“Kami tidak ingin penanganan ini berhenti setelah anak-anak diantar pulang. Kami turun langsung ke rumah mereka untuk melihat apa yang kurang. Apakah karena faktor ekonomi orang tua, kebutuhan modal usaha, atau bantuan sosial yang belum menjangkau mereka. Penanganan harus menyentuh akar masalah agar menjadi solusi yang tuntas,” tegas Wali Kota Kupang.

Baca Juga:  Demi Kepentingan Masyarakat, Karel Lando :  Partai Perindo Siap Mendukung Kepemimpinan Bupati Nagekeo Simplisius dan Wakil Bupati Gonzalo

Menurutnya, persoalan pekerja anak tidak bisa diselesaikan hanya melalui penertiban. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keluarga memperoleh dukungan yang memadai sehingga anak-anak dapat kembali fokus pada pendidikan dan tumbuh kembangnya.

Komitmen tersebut langsung terlihat saat Wali Kota dan Wakil Wali Kota mendatangi salah satu rumah anak yang terjaring dalam operasi tersebut. Dalam dialog bersama keluarga, mereka mendengar langsung kisah seorang nenek yang merawat cucunya. Sang cucu terpaksa berjualan kerupuk untuk membantu biaya sekolah karena kakeknya mengalami stroke sejak tahun 2024, sementara neneknya tidak lagi mampu berjualan sayur keliling setelah mengalami patah tangan akibat kecelakaan.

Baca Juga:  Kapolresta Kupang Kota Akan Ambil Tindakan Tegas Bagi Penyebar Konten Bunuh Diri di Media Sosial

Mendapati kondisi tersebut, Pemkot Kupang segera melakukan intervensi melalui koordinasi dengan RT setempat, Dinas Sosial, dan DP3A. Pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan dan bantuan secara menyeluruh, mulai dari pengurusan dokumen kependudukan untuk akses bantuan sosial, layanan kesehatan melalui BPJS gratis, bantuan pangan, bantuan lapak dan modal usaha UMKM, hingga program bedah rumah layak huni.

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *