Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Pendidikan

SMA Negeri 12 Kupang Capai Kelulusan 100 Persen, Targetkan Tambah Kelas Tahun Ini

815
×

SMA Negeri 12 Kupang Capai Kelulusan 100 Persen, Targetkan Tambah Kelas Tahun Ini

Sebarkan artikel ini

DetikNTT. Com || Kupang — SMA Negeri 12 Kota Kupang mencatatkan prestasi membanggakan dengan tingkat kelulusan 100 persen untuk tahun ajaran 2024/2025. Sebanyak 80 siswa kelas XII dinyatakan lulus, dan hasilnya dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala SMA Negeri 12 Kupang, Hendi Riswandi Ali, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari upaya maksimal yang dilakukan pihak sekolah. “Kami memberikan sejumlah treatment dan pendekatan khusus hingga akhir Mei sebagai bentuk tanggung jawab sekolah terhadap keberhasilan siswa,” ujarnya saat diwawancarai media pada Senin (19/5).

Terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB), Hendi menjelaskan bahwa berdasarkan edaran dari Dinas Pendidikan, SMA Negeri 12 Kupang tahun ini mendapat kuota sebanyak 108 siswa. Jumlah ini akan dibagi ke dalam tiga kelas, sesuai kapasitas sekolah saat ini.

Baca Juga:  Peringati Harkitnas, Manager PLTU Ropa : Indonesia akan Menjadi Negara yang Semakin Kuat dan Berdaya Saing di Tingkat Global

“ kami berharap bisa membuka empat kelas tahun ini. Jumlah guru yang kami miliki cukup banyak, dan kami terus berusaha menarik minat masyarakat agar mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah ini,” tambahnya.

Baca Juga:  Pimpin Upacara Hardiknas 2025, dr Christian : Membangun Manusia Berarti Membangun Pendidikan dan Kesehatan

Berbagai upaya promosi telah dilakukan, termasuk melalui kegiatan bazar dan penyuluhan di gereja-gereja. Dari sisi fasilitas, sekolah juga terus melakukan pembenahan seperti pengadaan alat drumband, alat musik band, serta peningkatan sarana belajar di ruang kelas.

Baca Juga:  Dinas pendidikan Kota Kupang sampaikan Berbagai pencapaian Jelang HUT Kota dan Hardiknas

Meski demikian, Hendi mengakui bahwa ada kendala dalam menarik jumlah pendaftar secara signifikan. Faktor keterbatasan jumlah penduduk di sekitar wilayah Alak dan Bolok, serta akses transportasi umum yang masih minim, menjadi tantangan tersendiri.

“Transportasi umum seperti angkutan kota (angkot) cukup jarang, bisa setengah jam sekali baru lewat. kami tidak berharap terlalu banyak, tapi tetap menargetkan bisa membuka empat kelas di tahun ajaran baru ini,” tutupnya.

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *