Hingga saat ini, total perputaran ekonomi di Saboak tercatat mencapai sekitar Rp6,3 miliar dengan rata-rata transaksi sekitar Rp80 juta setiap pekan. “Ini adalah uang yang berputar untuk masyarakat. Pemerintah Kota tidak mengambil retribusi dari lapak-lapak ini. Semua benar-benar untuk dan oleh masyarakat sendiri,” tegasnya.
Wali Kota juga menilai perayaan satu tahun Saboak bukan sekadar hari jadi, tetapi perayaan keberhasilan kolaborasi. Ia mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak takut menyampaikan ide-ide kreatif. “Lebih baik memulai daripada menunggu semuanya sempurna. Better start than wait perfect. Mulai saja dulu, jalankan, lalu jika ada hambatan kita cari solusi bersama,” pesannya.
Lebih lanjut, Wali Kota mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kupang tengah mengkaji penambahan hari pelaksanaan Saboak menjadi tiga hari, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu. Selain itu, pemerintah juga berencana menambah lapak, memperkuat pengamanan melalui penambahan personel Satpol PP, membangun pos Satpol PP, serta meningkatkan fasilitas penerangan dan sarana pendukung lainnya di kawasan Taman Nostalgia.
Wali Kota turut mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan fasilitas Saboak. Menurutnya, keberlanjutan program sangat bergantung pada rasa memiliki bersama. “Ini milik kita bersama. Dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Karena itu mari kita jaga bersama-sama,” ajaknya.
Menanggapi materi terkait Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi atas pendampingan Kantor Wilayah Kementerian Hukum. Ia menegaskan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual bagi pelaku UMKM.
“Kita sudah dibantu mengurus kekayaan intelektual ini. Ini penting sekali seperti yang Pak Bawono sampaikan tadi. Mama-mama UMKM juga harus mendaftarkan, terutama yang punya inovasi-inovasi di bidang makanan dan kuliner. Jangan lupa untuk segera mendaftarkan ke Kementerian Hukum,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberlangsungan Saboak selama satu tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Saboak tidak terlepas dari semangat kolaborasi seluruh elemen, baik pemerintah, komunitas, sponsor, maupun pelaku UMKM.
Serena mengakui bahwa perjalanan Saboak selama satu tahun tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan, terutama saat musim hujan, sempat dirasakan oleh para pelaku UMKM. Namun Pemerintah Kota Kupang terus berupaya agar masyarakat tetap dapat menjalankan usaha, termasuk rencana menghadirkan platform digital untuk memperluas pemasaran produk UMKM.















