Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaPendidikan

Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang Latih Warga Desa Mata Air Olah Kelor dan Kunyit Jadi Produk Bernilai Ekonomi

26
×

Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang Latih Warga Desa Mata Air Olah Kelor dan Kunyit Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Kupang, DetikNTT.Com – Potensi tanaman lokal yang selama ini tumbuh di pekarangan rumah kini mulai diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, tim dosen Program Studi Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang memberikan pelatihan kepada kader masyarakat di Desa Mata Air, Kelurahan Kelapa Tinggi, Kabupaten Kupang, untuk mengolah daun kelor dan kunyit menjadi minuman kesehatan instan yang memiliki nilai jual.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri dari Ni Nyoman Yuliani, Fatmawati Blegur, Elisma, Jefrin Sambara, dan Yulius Baki Korassa. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam seluruh proses pelatihan

Kabupaten Kupang masih menghadapi tantangan dalam menekan angka stunting serta penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi. Di sisi lain, Desa Mata Air memiliki potensi tanaman lokal yang melimpah, seperti kelor, kunyit, mangga, pepaya, dan pisang, namun selama ini pemanfaatannya masih terbatas untuk konsumsi rumah tangga.

Baca Juga:  Wawali Serena Tekankan Pemenuhan Hak Anak dalam Workshop Kesejahteraan Anak Terintegrasi di Kota Kupang

Melalui pelatihan tersebut, tim dosen memperkenalkan inovasi minuman “Tropical Moringa Fusion”, yaitu olahan daun kelor yang dipadukan dengan buah-buahan lokal.

Mangga digunakan untuk membantu mengurangi aroma khas kelor sekaligus memberikan kandungan vitamin C dan antioksidan. Pepaya berfungsi sebagai sumber enzim papain yang baik untuk pencernaan, sedangkan pisang memberikan tekstur lebih lembut sekaligus menjadi sumber kalium bagi tubuh. Menurut tim pengabdian, kombinasi tersebut juga membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari daun kelor sehingga berpotensi mendukung upaya pencegahan anemia dan stunting.

Baca Juga:  Pastikan Pencarian Korban KM Putri Sakinah Dilakukan Maksimal, Gubernur NTT Turun Langsung Ke Posko dan Temui Keluarga Korban

Selain olahan kelor, masyarakat juga mendapatkan pelatihan membuat kunyit asam instan melalui metode kristalisasi. Teknik tersebut menghasilkan serbuk kunyit asam dengan kadar air rendah sehingga mampu bertahan hingga enam bulan tanpa tambahan bahan pengawet sintetis. Produk tersebut dinilai lebih praktis, higienis, dan siap dikonsumsi kapan saja.

Pelatihan mendapat respons positif dari masyarakat. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, terjadi peningkatan pemahaman peserta hingga sekitar 85 persen mengenai teknik pengolahan pangan yang higienis. Ibu-ibu kader PKK kini telah mampu memproduksi serbuk kunyit asam maupun minuman berbahan kelor secara mandiri.

Ke depan, masyarakat berkomitmen memproduksi produk tersebut secara bersama-sama dan memasarkannya melalui pameran desa maupun pusat oleh-oleh di Kabupaten Kupang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendorong lahirnya usaha mikro berbasis pangan lokal.

Baca Juga:  Menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Polres Ende Polda NTT Gelar Bakti Sosial Bersihkan Tempat Ibadah

Meski demikian, tim pengabdian menilai pengembangan produk masih membutuhkan pendampingan lanjutan, terutama terkait standardisasi produk, pengurusan izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), sertifikasi halal, hingga penyediaan peralatan produksi skala rumah tangga. Dukungan dari pemerintah daerah juga diharapkan agar Desa Mata Air dapat berkembang sebagai desa binaan yang mampu menghasilkan produk unggulan berbasis potensi lokal.

Melalui program ini, tim dosen berharap Desa Mata Air tidak hanya menjadi kawasan yang lebih sadar gizi, tetapi juga mampu tumbuh sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif berbasis pangan lokal di Nusa Tenggara Timur.

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang Copy!