Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaBudaya

Festival Budaya Oeba 2026 Angkat Keberagaman dan Ekonomi Warga

28
×

Festival Budaya Oeba 2026 Angkat Keberagaman dan Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini

Kupang, DetikNTT.Com – Festival Budaya Kelurahan Oeba ke-2 kembali digelar sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman Kota Kupang.

Kegiatan yang mengusung tema “Jejak Leluhur, Semangat Masa Kini” tersebut dibuka Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo di Halaman Kantor Lurah Oeba, Kecamatan Kota Lama, Rabu (16/9/2026).

Turut hadir Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang Ariantje Martje Baun, S.E., M.Si., Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Josefina M. D. Getha, S.T., M.M., Camat Kota Lama Mohamad Adriyanto Abdul Jalil, S.H., M.M., para lurah se-Kecamatan Kota Lama, Lurah Oeba Rina Marlina Saudale, S.Pt., Ketua LPM Kelurahan Oeba, para ketua RT/RW, Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan pemuda, pelaku seni, pelaku UMKM, serta para donatur dan sponsor.

Baca Juga:  Wali Kota dan Wawali Hadir Rakor Pengendalian Inflasi dan Percepatan Sertifikasi Halal untuk UMKM

Christian mengapresiasi antusiasme warga Oeba yang memenuhi lokasi festival. Menurutnya, kegiatan budaya tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi memiliki peran dalam membangun karakter masyarakat dan memperkuat rasa memiliki terhadap kota.

Ia menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas manusia, pendidikan, kesehatan, kebersihan, toleransi, serta ruang kreativitas masyarakat.

Christian juga mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap kebudayaan. Menurutnya, budaya bukan sekadar peninggalan leluhur, tetapi sesuatu yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

Baca Juga:  Perdana, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Hadiri Ibadah Penyegaran Iman ASN Pemkot Kupang

“Budaya itu bukan hanya warisan dari leluhur kita, tapi pinjaman dari anak cucu kita,” ujarnya.

Ia menyebut Kelurahan Oeba sebagai miniatur Kota Kupang karena masyarakatnya berasal dari berbagai agama, etnis dan suku. Keberagaman tersebut, katanya, harus menjadi kekuatan dan jembatan persatuan.

“Harmoni itu bukan berarti harus sama atau seragam. Kita tidak bisa menyamakan semua orang, tetapi kita bisa menjaga keseimbangan dan persatuan di antara kita,” katanya.

Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Oeba David C. Octovianus mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan teknologi serta masuknya berbagai budaya baru.

Baca Juga:  Diduga Penyidik Kejari Ende Sabotase Pekerjaan Penyidik Polres Ende

Festival Budaya Oeba 2026 diisi karnaval budaya dengan pakaian etnis NTT, pentas seni dan budaya, lomba tarian etnis Flores, pasar UMKM, serta pelayanan publik dan kesehatan gratis, termasuk pelayanan PBB-P2 dan pemeriksaan kesehatan.

Pasar UMKM menjadi salah satu bagian penting festival karena memberikan ruang bagi warga untuk mempromosikan produk sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Panitia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Kupang, jajaran kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, donatur, sponsor, dan seluruh warga Oeba yang mendukung pelaksanaan Festival Budaya Oeba ke-2.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang Copy!