Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaEkonomi

Digitalisasi Pasar Kota Kupang Dimulai, Retribusi dan Transaksi Pedagang Bakal Lebih Transparan

16
×

Digitalisasi Pasar Kota Kupang Dimulai, Retribusi dan Transaksi Pedagang Bakal Lebih Transparan

Sebarkan artikel ini

Kupang, DetikNTT.Com – Pemerintah Kota Kupang mulai mendorong transformasi digital dalam pengelolaan pasar rakyat. Langkah ini dilakukan melalui kerja sama dengan PT Bank Mandiri Taspen untuk mendigitalisasi retribusi dan transaksi pedagang di pasar-pasar yang dikelola Perumda Pasar Kota Kupang.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemkot Kupang dan PT Bank Mandiri Taspen tentang Penyelenggaraan Pelayanan Perbankan, serta Perjanjian Kerja Sama antara Perumda Pasar Kota Kupang dan PT Bank Mandiri Taspen tentang Penyelenggaraan Pelayanan Perbankan untuk Digitalisasi Retribusi dan Transaksi Pedagang Pasar Kota Kupang.

Penandatanganan berlangsung di Umera Coffee, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Direktur Funding (Retail and Network) Bank Mandiri Taspen Rizky Olyvia Nasution, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Kupang Lohot Jon Piter Sidabutar, Regional CEO 7 Denpasar Felik A. Romei Karyanto, Direktur Perumda Pasar Kota Kupang Ganda Raymond Tadjo Tallo, SP., serta Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Kupang Eurike F. Daniela Adoe, S.E., S.ST.

Baca Juga:  PSI NTT: Masyarakat Rindu Jokowi, Kupang Siap Sambut Kepulangan Sang Presiden ke-7

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mengatakan, perubahan zaman menuntut pemerintah untuk tidak lagi menggunakan pola kerja lama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi dengan sektor perbankan menjadi salah satu langkah untuk mempercepat transformasi pelayanan publik, termasuk dalam pengelolaan pasar.

“Kita selalu mengatakan, kalau mau berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tetapi kalau mau berjalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama. Kita sudah memilih untuk berjalan jauh,” ujar Christian.

Ia menilai pasar memiliki posisi penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, sistem pengelolaannya perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

“Orang sudah menggunakan laptop, kita masih menggunakan mesin ketik, tentu kita akan tertinggal. Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar kita,” katanya.

Christian menegaskan, digitalisasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai penggunaan aplikasi maupun sistem pembayaran elektronik. Teknologi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai pengguna layanan pemerintah.

Baca Juga:  Saboak Kota Kupang Genap 1 Tahun, Perputaran Ekonomi UMKM Tembus Rp6,3 Miliar

“Teknologi hanyalah alat. Tujuan akhirnya harus manusia. Jangan sampai teknologi menyebabkan ada yang tertinggal,” tegasnya.

Ia pun meminta agar proses digitalisasi pasar disertai sosialisasi dan edukasi kepada para pedagang. Sistem yang diterapkan, kata dia, harus sederhana dan mudah digunakan sehingga perubahan teknologi tidak menjadi hambatan baru bagi masyarakat.

Selain mempermudah transaksi, digitalisasi juga diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap penerimaan daerah.

“Digitalisasi harus berujung pada mempermudah manusia, membuat para pedagang merasa terlayani dengan cepat, dan membuat kebocoran PAD bisa diminimalkan,” jelas Christian.

Sementara itu, Direktur Funding (Retail and Network) Bank Mandiri Taspen Rizky Olyvia Nasution mengatakan, kerja sama dengan Pemkot Kupang merupakan bentuk komitmen bersama untuk membangun pengelolaan pasar yang lebih efektif, transparan dan aman.

Salah satu dukungan yang disiapkan yakni pemanfaatan virtual account untuk pembayaran sewa tahunan lapak dan kios.

Baca Juga:  Kutuk Penyerangan terhadap Mahasiswa Katolik yang Sedang Beribadah, Angelo Desak Kapolri Tangkap Para Provokator

Melalui sistem tersebut, pembayaran dapat dilakukan melalui kanal perbankan sekaligus membantu meningkatkan akurasi pencatatan serta mempercepat proses rekonsiliasi penerimaan.

“Digitalisasi pasar bukan berarti menghilangkan karakter pasar. Justru digitalisasi memperkuat pasar agar semakin tertib, inklusif, kompetitif dan mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Rizky.

Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Kupang Lohot Jon Piter Sidabutar menambahkan, kerja sama dengan Perumda Pasar Kota Kupang menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pasar.

Saat ini, Perumda Pasar Kota Kupang mengelola 10 pasar yang tersebar di wilayah Kota Kupang. Digitalisasi diharapkan menjadi fondasi untuk membangun sistem pengelolaan transaksi yang lebih terintegrasi.

Selain virtual account, Bank Mandiri Taspen juga menawarkan sejumlah layanan digital untuk mendukung transformasi tersebut, di antaranya e-risk, Mandiri Cash Management (MCM), dan mobile banking.

Dengan kerja sama ini, Pemkot Kupang menargetkan pengelolaan transaksi pasar dapat berjalan lebih mudah bagi pedagang sekaligus mendukung transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang Copy!