Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerahIman

Perdana, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Hadiri Ibadah Penyegaran Iman ASN Pemkot Kupang

576
×

Perdana, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Hadiri Ibadah Penyegaran Iman ASN Pemkot Kupang

Sebarkan artikel ini
Ket : Walikota dan Wakil Wali Kota Kupang, Hadiri ibadah penyegaran Iman ASN Pemkot Kupang, Foto ; Lia Kiki

DetikNTT.Com || Kota Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menghadiri Ibadah Penyegaran Iman (PI) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari empat golongan agama di lingkungan Pemerintah Kota Kupang. Kegiatan ini berlangsung di lantai 1 Kantor Wali Kota Kupang, Jumat (7/3) dan diikuti oleh pejabat serta pegawai dari berbagai perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan.

Baca Juga:  Perkuat Kolaborasi Dukung UMKM Kota Kupang, BNI Cabang Kupang Serahkan Bantuan CSR untuk SABOAK

Dalam ibadah ini, hadir pemuka agama dari empat agama yang memberikan penguatan rohani bagi para pegawai. Romo Adnan Berkanis dari Paroki Sta Maria Assumpta menekankan bahwa manusia sering mencari Tuhan dalam ketidakpastian dan keterpurukan, namun harapan sejati hanya dapat ditemukan dalam iman yang kuat. Mengutip kitab Amsal, ia mengingatkan bahwa masa depan sungguh ada bagi mereka yang tetap berpegang pada iman dan tidak iri terhadap orang berdosa.

Dari perspektif Islam, H. Ismail Muhammad Saleh, S.Si. dari Kantor Kementerian Agama Kota Kupang menyampaikan bahwa kedisiplinan dalam beribadah mencerminkan kualitas seseorang, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Ia menegaskan bahwa harapan baru harus diiringi dengan ketulusan dalam bekerja dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Baca Juga:  Kejati NTT Soroti Proyek Rumah 2.100 Unit dan Status Lahan Warga

Sementara itu, Ir. Wayan Sumartika, M.Si. dari Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Kupang menyoroti konsep harapan baru dalam ajaran Hindu, yang tidak hanya sebatas optimisme, tetapi juga diwujudkan melalui pelaksanaan dharma (kewajiban), karma (sebab akibat), dan bhakti (pengabdian kepada Tuhan). Ia menekankan pentingnya bekerja dengan penuh dedikasi, menjunjung tinggi etika, serta menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi, pekerjaan, dan spiritualitas.

Baca Juga:  Wali Kota–Wakil Wali Kota Kupang Gandeng Forkopimda Imbau Warga Jaga Kerukunan dan Tidak Terprovokasi Isu Masjid Liliba
Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *