Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerahIman

Perdana, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Hadiri Ibadah Penyegaran Iman ASN Pemkot Kupang

823
×

Perdana, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Hadiri Ibadah Penyegaran Iman ASN Pemkot Kupang

Sebarkan artikel ini
Ket : Walikota dan Wakil Wali Kota Kupang, Hadiri ibadah penyegaran Iman ASN Pemkot Kupang, Foto ; Lia Kiki

DetikNTT.Com || Kota Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menghadiri Ibadah Penyegaran Iman (PI) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari empat golongan agama di lingkungan Pemerintah Kota Kupang. Kegiatan ini berlangsung di lantai 1 Kantor Wali Kota Kupang, Jumat (7/3) dan diikuti oleh pejabat serta pegawai dari berbagai perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan.

Baca Juga:  Mengubur Masa Depan di Ujung Pena: Ketika Harapan Menjadi Barang Mewah di NTT

Dalam ibadah ini, hadir pemuka agama dari empat agama yang memberikan penguatan rohani bagi para pegawai. Romo Adnan Berkanis dari Paroki Sta Maria Assumpta menekankan bahwa manusia sering mencari Tuhan dalam ketidakpastian dan keterpurukan, namun harapan sejati hanya dapat ditemukan dalam iman yang kuat. Mengutip kitab Amsal, ia mengingatkan bahwa masa depan sungguh ada bagi mereka yang tetap berpegang pada iman dan tidak iri terhadap orang berdosa.

Dari perspektif Islam, H. Ismail Muhammad Saleh, S.Si. dari Kantor Kementerian Agama Kota Kupang menyampaikan bahwa kedisiplinan dalam beribadah mencerminkan kualitas seseorang, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Ia menegaskan bahwa harapan baru harus diiringi dengan ketulusan dalam bekerja dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Baca Juga:  Menguatkan Konvergensi, Mempercepat Penurunan Stunting: Kota Kupang Perkuat Sinergi Berbasis Data pada Pertemuan Monev Stunting

Sementara itu, Ir. Wayan Sumartika, M.Si. dari Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Kupang menyoroti konsep harapan baru dalam ajaran Hindu, yang tidak hanya sebatas optimisme, tetapi juga diwujudkan melalui pelaksanaan dharma (kewajiban), karma (sebab akibat), dan bhakti (pengabdian kepada Tuhan). Ia menekankan pentingnya bekerja dengan penuh dedikasi, menjunjung tinggi etika, serta menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi, pekerjaan, dan spiritualitas.

Baca Juga:  Buka Lomba HUT ke-80 RI di Taman Langit Fontein, Wali Kota Kupang : Kegiatan ini, Sarana Silaturahmi dan Menghormati Satu Sama Lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang Copy!