Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaPendidikan

Mahasiswa Poltekkes Kupang Ciptakan Jus Pepaya Hijau, Injeksi Creative Center Sebut Inovasi Pertama di Dunia

26
×

Mahasiswa Poltekkes Kupang Ciptakan Jus Pepaya Hijau, Injeksi Creative Center Sebut Inovasi Pertama di Dunia

Sebarkan artikel ini

Kupang, DetikNTT.Com – Sebuah inovasi berbasis pangan lokal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mencuri perhatian. Melalui pendampingan Injeksi Creative Center, empat mahasiswa Program Studi D-III Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang sukses mengembangkan Jus Pepaya Hijau berbahan dasar buah pepaya mentah yang diyakini menjadi inovasi perdana di dunia.

Puncak kompetisi sekaligus penobatan juara berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Injeksi Creative Center, Kota Kupang. Dalam ajang tersebut, para finalis mendemonstrasikan proses pembuatan Jus Pepaya Hijau di hadapan tim juri dengan penilaian meliputi kecepatan, higienitas, sanitasi, cita rasa, tekstur, kandungan serat, hingga penyajian.

Dari empat finalis yang tampil, Christo Dwi Mahendra Mbura berhasil meraih Juara I. Mahasiswa Semester V Program Studi D-III Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang asal Tuapukan yang besar di Amfoang Barat Daya itu dinilai mampu menghadirkan racikan terbaik sekaligus memiliki potensi paling besar untuk dikembangkan menjadi produk komersial.

Baca Juga:  PSI NTT Bantah Isu Mobilisasi ASN dan Pungutan Rp250 Ribu Sambut Jokowi

Kompetisi tersebut merupakan tindak lanjut dari Seminar Kewirausahaan yang digelar di Poltekkes Kemenkes Kupang pada 9 Juli 2026 dengan menghadirkan Direktur Utama Injeksi Creative Center, Jeksi Siokain, sebagai narasumber. Dalam seminar itu, mahasiswa tidak hanya diajak menyusun konsep bisnis, tetapi juga ditantang mewujudkan inovasi nyata berbasis pangan lokal.

Christo mengaku proses menciptakan Jus Pepaya Hijau tidaklah mudah. Ia harus melakukan berbagai percobaan untuk menemukan komposisi terbaik agar cita rasa khas pepaya mentah tetap nikmat dikonsumsi.

“Saya mencoba satu per satu variannya. Pepayanya juga saya rebus terlebih dahulu supaya getahnya hilang sehingga rasanya lebih enak saat dijadikan jus,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh proses bermula setelah mengikuti seminar kewirausahaan yang menghadirkan Jeksi Siokain sebagai pemateri. Dari seminar tersebut, para mahasiswa mendapat tantangan untuk mengembangkan ide menjadi sebuah produk yang siap dipresentasikan.

Baca Juga:  Pemkot Kupang Gandeng KADIN NTT, Bidik Kerja Sama Multisektor dengan Darwin Lewat Darwin Fusion 2026

“Setelah seminar itu kami dihubungi tim Injeksi untuk mengikuti tantangan. Akhirnya terpilih empat orang yang tampil hari ini dan saya bersyukur bisa menjadi juara,” katanya.

Menurut Christo, gagasan memanfaatkan pepaya hijau menjadi minuman kekinian merupakan ide yang unik karena mengangkat komoditas lokal yang selama ini sering dipandang sebelah mata.

“Menurut saya ide dari Kak Jeksi sangat unik karena memanfaatkan pangan lokal yang sering kita abaikan. Padahal pepaya hijau memiliki banyak manfaat kesehatan dan bisa diolah menjadi minuman kekinian yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, buah pepaya hijau mengandung enzim papain dan karpain yang membantu memecah protein sehingga baik untuk melancarkan pencernaan. Selain itu, kandungan seratnya yang tinggi menjadikan minuman tersebut berpotensi sebagai minuman sehat.

Christo berharap inovasi tersebut tidak berhenti pada ajang kompetisi, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi peluang usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kak Jeksi Siokain sebagai owner Injeksi Creative Center yang sudah menggagas, mendukung, dan membuka kesempatan bagi kami untuk mengembangkan ide-ide inovatif. Saya berharap ke depan Jus Pepaya Hijau ini bisa menjadi peluang bisnis,” tuturnya.

Sebagai bentuk apresiasi, keempat finalis menerima bantuan dana pendidikan dari Injeksi Creative Center. Pendampingan juga akan terus dilakukan agar Jus Pepaya Hijau dapat berkembang menjadi produk UMKM unggulan berbasis pangan lokal yang lahir dari Nusa Tenggara Timur, sekaligus membuktikan bahwa inovasi kelas dunia juga dapat lahir dari daerah.

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang Copy!