DetikNTT.Com || Jakarta – Kericuhan yang terjadi antara sebagian anggota DPRD Kabupaten Ende dan Bupati Ende dalam beberapa waktu terakhir menuai perhatian serius dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh masyarakat asal Kabupaten Ende, Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA, yang menilai konflik terbuka tersebut berpotensi merugikan kepentingan publik dan menghambat pembangunan daerah.
“Perahu tidak akan sampai ke seberang jika para pendayung saling bertikai,” ujar Karolus Karni Lando dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 18 Desember 2025.
Menurut Karolus, perbedaan pandangan dalam sistem demokrasi merupakan hal yang wajar dan bahkan diperlukan sebagai bagian dari proses pengambilan kebijakan publik. Namun, ia mengingatkan bahwa perbedaan tersebut tidak seharusnya berkembang menjadi konflik terbuka yang diwarnai emosi, keributan, apalagi kecenderungan adu fisik.
“Jika perbedaan pandangan dikelola secara tidak dewasa, maka yang dirugikan bukan hanya institusi pemerintahan, tetapi seluruh rakyat Kabupaten Ende,” tegasnya.
Karolus menekankan bahwa dalam demokrasi yang beradab, cara menyampaikan pendapat sama pentingnya dengan substansi pendapat itu sendiri. Etika, sopan santun, serta penggunaan akal sehat harus selalu menjadi landasan dalam menyelesaikan persoalan pemerintahan.
“Masalah pemerintahan tidak pernah selesai dengan kekerasan atau adu otot, melainkan dengan pikiran yang jernih, data yang kuat, dan dialog yang bermartabat. Pemimpin dituntut lebih banyak menggunakan nalar daripada fisik, karena dari merekalah rakyat belajar tentang kedewasaan dalam berdemokrasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Karolus mengingatkan bahwa DPRD dan Bupati merupakan dua pilar utama dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Keduanya memiliki mandat konstitusional yang sama-sama mulia, yakni memperjuangkan kepentingan rakyat, memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih, serta menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
“Konflik yang berkepanjangan hanya akan menguras energi, waktu, dan kepercayaan publik, sekaligus menghambat laju pembangunan daerah,” katanya.
Ia pun mendorong agar seluruh pimpinan Kabupaten Ende, baik eksekutif maupun legislatif, menurunkan ego politik dan mengedepankan kepentingan masyarakat di atas segalanya. Menurutnya, dialog yang sehat, terbuka, santun, serta berlandaskan data dan peraturan perundang-undangan harus menjadi jalan utama dalam menyelesaikan perbedaan.
Karolus menilai DPRD perlu menjalankan fungsi pengawasan secara tegas namun tetap konstruktif, bukan konfrontatif. Di sisi lain, Bupati juga diharapkan membuka ruang komunikasi yang luas, transparan, dan menghargai peran DPRD sebagai mitra strategis pemerintahan daerah.
Ia juga mengusulkan sejumlah langkah konkret yang perlu segera diwujudkan, antara lain membangun komunikasi institusional yang rutin dan bermartabat, menjadikan hukum dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) sebagai rujukan utama, menjaga sikap dan perilaku para pemimpin daerah sebagai teladan publik, memperkuat integritas pimpinan daerah dan anggota DPRD, serta memfokuskan agenda bersama pada peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan rakyat. Dalam kesempatan tersebut, Karolus turut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur yang telah mengambil peran sebagai fasilitator dalam mempertemukan DPRD Kabupaten Ende dan Bupati Ende.
“Langkah ini mencerminkan kepemimpinan yang arif, dewasa, dan bertanggung jawab. Kehadiran Gubernur sebagai penengah diharapkan mampu membuka ruang dialog yang lebih sejuk, rasional, dan menghasilkan solusi yang adil serta berkelanjutan,” ujarnya.
Karolus menegaskan bahwa Kabupaten Ende memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya manusia, budaya, maupun sumber daya alam. Potensi tersebut, menurutnya, hanya dapat berkembang secara optimal jika dipimpin oleh para pemimpin yang berintegritas, beretika, dan mampu bekerja sama.
“Ende harus maju, dan kemajuan itu hanya bermakna jika masyarakatnya semakin sejahtera. Rakyat Ende menaruh harapan besar agar para pemimpinnya berhenti bertikai, menjaga sikap, dan mulai bersinergi demi masa depan bersama,” pungkasnya.














