Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerahKorupsi

Praperadilan PN Ende, Jangan Jadikan Tempat Perlindungan Bagi Koruptor

1198
×

Praperadilan PN Ende, Jangan Jadikan Tempat Perlindungan Bagi Koruptor

Sebarkan artikel ini
Ket : Petrus Selestinus, S.H., Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), foto : Istimewa

DetikNTT.Com || Ende – Kasus praperadilan yang diajukan oleh YK, tersangka korupsi proyek normalisasi kali di Desa Lokalande, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende, kini menjadi sorotan publik.

YK, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Ende dalam dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi pada 2016, mengajukan permohonan praperadilan setelah status tersangkanya diumumkan.

Petrus Selestinus, S.H., Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), dalam siaran persnya yang diterima oleh tim media pada 15 Maret 2025, menjelaskan bahwa permohonan praperadilan dalam kasus semacam ini bisa dimaklumi.

Baca Juga:  SMKN 2 Kupang Tingkatkan Kualitas Pendidikan dengan Dukungan Iuran Komite

Namun, ia menekankan bahwa alasan yang diajukan oleh YK tidak relevan. YK berpendapat bahwa keberadaan dua institusi hukum yang menangani kasus yang sama, yaitu Polres Ende dan Kejaksaan Negeri Ende, menjadi dasar permohonan praperadilan.

Baca Juga:  Penetapan Tersangka Anggota DPRD Ende dari Partai Nasdem, Kuasa Hukum :  Akan Kita  Bawa ke Komisi III DPR RI

Menurut Petrus, alasan ini tidak dapat diterima karena setelah penyelidikan Kejaksaan Negeri Ende berkembang menjadi penyidikan, dan YK telah ditetapkan sebagai tersangka, praperadilan tidak seharusnya diterima.

Baca Juga:  Gelar Syukuran Hari Bhayangkara ke-79, Bupati Ende Sampaikan Harapan dan Apresiasi

Petrus menegaskan bahwa YK seharusnya melakukan klarifikasi kepada Polres Ende terkait status penyelidikan mereka, apakah masih berlangsung atau sudah dihentikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang Copy!