Kupang,Detikntt.com – Pameran perumahan terbesar di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertajuk REI NTT Expo 2026 resmi digelar di Ramayana Mall Kupang, Sabtu (14/3). Pameran dengan tema “Layanan Rumah Masa Depan” ini berlangsung selama 12 hari, mulai 14 hingga 28 Maret 2026.Kegiatan ini menghadirkan berbagai pengembang perumahan, lembaga perbankan, serta pelaku usaha yang terlibat dalam sektor properti.
Sejumlah pihak yang turut hadir antara lain Apindo, Hipmi NTT, pimpinan Bank Indonesia, perwakilan Bank BTN, Bank Mandiri, Bank NTT, BRI Cabang Kupang, Telkomsel, Pegadaian, BPJS Ketenagakerjaan, notaris, para developer, serta anggota Komisi IV DPRD NTT Simson Polin.
Ketua Panitia REI NTT Expo 2026, Alfred Besi, dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat. Menurutnya, pameran ini bertujuan mempermudah masyarakat memperoleh rumah layak huni melalui berbagai promo menarik, sekaligus menjadi wadah kolaborasi antara developer, perbankan, dan pemangku kepentingan.
“Tahun ini kami mengangkat tema Layanan Rumah Masa Depan sebagai komitmen menghadirkan perumahan yang berkualitas, terjangkau, dan berada di lokasi strategis,” ujarnya.Ia menjelaskan, pameran tersebut diikuti oleh 13 developer yang menawarkan berbagai jenis perumahan, baik subsidi maupun komersial. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pelaku UMKM yang berkaitan dengan sektor perumahan.
Panitia menargetkan penjualan sekitar 100 unit rumah selama pameran berlangsung dengan potensi transaksi mencapai Rp20 miliar. Alfred juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, mitra perbankan, sponsor, serta seluruh peserta pameran yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Di antaranya Bank BTN, Bank Mandiri, Pegadaian, dan Telkomsel.
Sementara itu, Ketua DPD REI NTT Candra Sentosa dalam sambutannya menyebutkan bahwa sektor perumahan memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Menurutnya, kepemilikan rumah merupakan aset penting bagi setiap keluarga.Ia menambahkan, sektor properti juga memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga pergerakan sektor usaha lain seperti bahan bangunan, transportasi, dan UMKM.“Semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki rumah, maka indikator kemiskinan juga dapat ditekan,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi NTT melalui Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Alexander Koroh, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan REI Expo 2026.Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi pameran sektor properti, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara pengembang, lembaga pembiayaan, dan masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
“Memiliki rumah yang layak bukan sekadar bangunan fisik, tetapi tempat berteduh, tempat tumbuhnya keluarga yang sehat dan sejahtera,” katanya.Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi terus mendorong berbagai program untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian, termasuk melalui program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah, pengembang, perbankan, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mendorong pembangunan perumahan serta pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.









