
DetikNTT.co.||Kupang – PT Nataga Raihawu Industri (NRI), perusahaan tambak garam asal Sabu Raijua, yang berhasil meraih Juara III dalam ajang Paritrana Award 2025 tingkat Provinsi NTT. Meski bukan perusahaan bermodal besar, PT NRI menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap kesejahteraan para pekerja lokal, dengan menghadirkan berbagai jaminan perlindungan yang layak dan berkelanjutan.
Marthen Dira Tome, penasehat PT NRI, Kepada media ini, Selasa (22/7/2025), menyatakan bahwa penghargaan ini datang tanpa diduga.
“Jujur kami tidak pernah berpikir akan mendapatkan award ini, karena niat kami hanya satu: bagaimana melindungi para pekerja kami. Penghargaan ini kami persembahkan bagi semua yang telah berkeringat dan bekerja keras bersama kami di PT NRI, juga bagi daerah tercinta Sabu Raijua, serta semua yang selalu mendoakan kami,” ujar Marthen.
Ia menegaskan bahwa PT NRI bukan perusahaan besar atau kaya, namun selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk para pekerja.
“Mereka semua adalah orang Sabu Raijua yang bukan hanya butuh pekerjaan, tapi juga pertolongan dan jaminan. Kami tak hanya mengurus BPJS Ketenagakerjaan, tapi ada banyak jaminan lain yang kami berikan,” tambahnya.
Sejalan dengan visi nasional untuk memperkuat industri pergaraman dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan pergaraman nasional. Marthen menyambut baik kebijakan ini.
“Kalau kita punya seribu hektare tambak garam yang dikelola baik, bisa ada ribuan orang bekerja di sana. Produksi satu hektare bisa mencapai 45 hingga 60 ton garam per bulan. Ini akan menciptakan perputaran uang besar, membuka lapangan kerja, menaikkan Pendapatan Asli Daerah, dan menghidupkan ekonomi rakyat, termasuk pedagang kecil di sekitar tambak dan pelabuhan,” jelasnya.
Saat ini, sudah ada dua investor yang mengembangkan tambak garam di Sabu Raijua dengan target hingga 1.000 hektare. Menurut Marthen, potensi lahan tambak garam di Sabu Raijua bisa mencapai 3.000 hingga 4.000 hektare.
“Garis pantai kita panjang, sekitar 1.026 km. Tambak garam bisa dibangun di atas pasir maupun karang. Selama ini kita masih impor garam dari India, China, dan Australia sekitar 2,8 juta ton per tahun. Kenapa uang itu tidak dikirim ke Sabu Raijua? Kami ingin ambil bagian dalam pemenuhan garam nasional dan mengurangi impor,” tegasnya.
Mendapatkan Juara III PT NRI menjadi bukti bahwa perusahaan dari daerah terpencil seperti Sabu Raijua mampu bersaing dengan perusahaan besar lainnya di NTT.
Untuk diketahui, pemenang Paritrana Award 2025 tingkat Provinsi NTT kategori Usaha Besar Menengah sektor perkebunan, pertanian, peternakan dan perikanan ialah Juara I: PT Timor Otzuki Mutiara (TOM),Juara II: PT Muria Sumba Manis (MSM), Juara III: PT Nataga Raihawu Industri (NRI)













