Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerah

Hari Lingkungan Hidup 2024, Manajer PLTU Ropa : Degradasi Lahan Membuat Kehidupan Masyarakat Dunia Terancam

364
×

Hari Lingkungan Hidup 2024, Manajer PLTU Ropa : Degradasi Lahan Membuat Kehidupan Masyarakat Dunia Terancam

Sebarkan artikel ini
Ket : ucapan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, foto : Istimewa

DetikNTT.Com || Ende – Sebagaimana tema dari The United Nations Environment Programme (UNEP) – Program Lingkungan Perserikatan Bangsa – Bangsa, untuk Hari Lingkungan Hidup tahun 2024 difokuskan pada kegiatan pemulihan lahan, pengendalian desertifikasi, dan ketahanan terhadap kekeringan.

Plt Manajer PT PLN Nusantara Power Services PLTU Ropa I Gusti Ngurah Putra Astawa melalui Daniel Ferry Ade Cristanto Spv Administrasi, mengatakan pemulihan lingkungan merupakan kunci dalam membalikkan arus degradasi lahan, dan dapat sekaligus meningkatkan mata pencaharian, mengurangi kemiskinan, dan membangun ketahanan terhadap cuaca ekstrem. Pemulihan juga meningkatkan penyimpanan karbon dan memperlambat proses ataupun dampak akibat perubahan iklim.

Lebih lanjut Daniel menambahkan pemulihan dari degradasi lahan sangat penting. Lahan menjadi ruang hidup manusia, menyediakan makanan, pakaian, dan tempat perlindungan. Lahan mendukung perekonomian, kehidupan, dan mata pencaharian.

Baca Juga:  Program Indonesia Terang Tidak Ada Dampaknya Bagi Masyarakat Kecamatan Ndori di Ende

“Untuk ini, perlu ditingkatkan ambisi dan investasi dalam upaya pemulihan lingkungan, memberikan momen “terobosan besar” bagi perbaikan lahan, sebagai upaya untuk mengatasi kekeringan” tuturnya.

Baca Juga:  Demi Perkuat Pendapatan Daerah, Wali Kota Kupang Terbitkan SK Amnesti Pajak

Daniel menuturkan bersama PLN Nusantara Power Services, mari kita melakukan langkah-langkah restorasi yang tepat, agar dapat mengurangi dampak penggurunan dan meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. Restorasi lahan, selain menghasilkan manfaat ekosistem yang signifikan, juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan keberlanjutan sosial, kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Mahasiswi IKPML dan PERMASTI Waingapu Tuntut Oknum Disnakertrans Sumba Timur Bertanggung Jawab atas Label “Kumpul Kebo”

Namun demikian, pendekatan ini juga harus didasarkan pada prinsip keadilan, memastikan bahwa manfaatnya dirasakan oleh semua pihak, termasuk komunitas lokal dan masyarakat adat, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang Copy!