Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerahEkonomi

Gubernur NTT Dorong Sinergitas Dalam Pengendalian Inflasi dan Percepatan Digitalisasi Untuk Peningkatan Ekonomi

920
×

Gubernur NTT Dorong Sinergitas Dalam Pengendalian Inflasi dan Percepatan Digitalisasi Untuk Peningkatan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Ket : Gubernur NTT, Melki Laka Lena bersama Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, foto : Lia Kiki

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Gubernur mengharapkan adanya kesatuan gerak dalam penanganan inflasi. “HLM ini kita laksanakan karena ada potensi inflasi yang akan meningkat. Kita ingin ada kebersamaan dan kerja sama yang baik agar kestabilan harga barang serta ketersediaan barang tetap terjaga sehingga tidak terjadi krisis yang dapat menyebabkan jatuhnya harga barang khususnya produk lokal dan produk dalam negeri,” jelasnya.

Wagub Johni juga menghimbau agar perlu dibentuk satgas untuk pengendalian inflasi daerah dan diisi oleh orang-orang yang menguasai ekonomi dengan baik.

Baca Juga:  Rapat Pengembangan Geothermal, Pemprov NTT Bentuk Tim Uji Petik Untuk Evaluasi Lanjutan

”Kita butuh kerja sama semua pihak termasuk dari TNI dan Polri yang juga turut mengawasi dan mengamati. Harus langsung ditindak bila ada yang mengganggu kestabilan harga ataupun juga tindakan seperti menimbun barang yang menyebabkan kelangkaan stok,” katanya

”Disamping itu juga kita perlu menggenjot ekonomi untuk peningkatan pertanian, peternakan dan perikanan agar kita tidak kesulitan dalam memeuhi kebutuhan kita. Ketahanan pangan harus kuat. Ini sesuai arahan Presiden untuk optimalkan semua potensi untuk peningkatan produksi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Wakil Gubernur.

Untuk diketahui, dalam kegiatan tersebut juga ditentukan beberapa Rekomendasi HLM TPID dan TP2DD Provinsi NTT diantaranya :
1. Pembentukan SATGAS Pengendalian inflasi NTT yang bertugas untuk memverifikasi keadaan yang sesungguhnya, memberi arahan dan penguatan kepada pelaku ekonomi, pelaku pasar untuk secara bersama-sama bertanggung jawab mengendalikan inflasi daerah;
2. Mendorong Gerakan Menanam Tanaman Cepat Panen (berupa bahan makanan/hortikultura) untuk mendukung ketersediaan stok pangan yang berbasis kebutuhan pasar dengan mengoptimalkan lahan pekarangan dan kebun masyarakat sehingga dapat meningkatkan efisiensi produksi;


3. Mendorong percepatan hilirisasi produk pertanian, peternakan dan perikanan menjadi aneka produk turunan seperti sambal, sambal, saus tomat, dendeng, se’i, bakso, abon dan lain-lain untuk meningkatkan added value dan mewujudkan one village one product (OVOP);
4. Memfasilitasi dan mendukung pemanfaatan penerapan teknologi pengolahan yang tepat guna sehingga proses produksinya modern, efisien dan setiap produk memenuhi standar SEHAT;
5. Memastikan pasar yang menyerap produk-produk masyarakat dan atau mengubungkan produsen, off-taker dan konsumen untuk membeli setiap produk secara continue;

Baca Juga:  Diduga Pekerjaan Ruas Jalan Jalasenga - Otogedu Asal - Asalan Mosalaki Watukamba  Minta CV. Dharma Bakti Persada Bertanggung Jawab
Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *