Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
OpiniPendidikan

Disiplin vs Distraksi: Mengapa Generasi Milenial Kian Jauh dari Literasi di Era Digital

2355
×

Disiplin vs Distraksi: Mengapa Generasi Milenial Kian Jauh dari Literasi di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Ket : Maria Elisabeth Modhe Padha, M.Pd Guru SMAS St. Thomas Aquinas Sumba Barat Daya, foto : Istimewa

Dengan kedisiplinan orang tua, literasi dapat menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter anak untuk menghadapi masa depan dengan kemampuan yang mumpuni. Literasi, sebagai fondasi penting dalam kehidupan, mencakup keterampilan kognitif seperti membaca dan menulis yang menjadi dasar pembelajaran di berbagai bidang. Kedisiplinan diperlukan untuk membiasakan diri melatih keterampilan literasi. Dengan disiplin membaca dan menulis secara konsisten, seseorang dapat lebih mudah memahami pelajaran, memperkaya kosa kata, dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi.

Hal ini memungkinkan individu mengungkapkan ide serta perasaan dengan lebih tepat, yang berkontribusi pada pengembangan pribadi dan kesuksesan di berbagai aspek kehidupan. Literasi tidak hanya bertujuan membentuk budi pekerti peserta didik, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis, memperluas imajinasi, dan merangsang kreativitas. Kedisiplinan menjadi kunci dalam membiasakan siswa membaca dan menulis secara konsisten, sehingga dapat mengasah daya cipta mereka. Dengan disiplin, literasi menjadi sarana yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat (long life education) dan pengembangan karakter yang lebih baik.

Untuk mengatasi rendahnya tingkat literasi, penting bagi kaum milenial dan seluruh masyarakat untuk disiplin dalam membangun tradisi membaca dan menulis di rumah, sekolah, serta lingkungan masyarakat. Kebiasaan ini dapat mencerdaskan akal dan mendorong berpikir kritis, membantu Indonesia, khususnya NTT, mengejar ketertinggalan dalam bidang literasi.Langkah strategis mencakup kedisiplinan pemerintah dalam bekerja sama dengan penulis dan penerbit untuk menyediakan buku bacaan yang menarik dan edukatif, mengadakan pameran buku murah secara rutin, serta membentuk forum dan komunitas literasi. Dengan kedisiplinan kolektif, minat baca masyarakat dapat meningkat, memajukan literasi, dan mendorong kemajuan bangsa.

Baca Juga:  Mahasiswa Unwira Laksanakan Program MBKM di Desa Ngegedhawe

Kedisiplinan dapat diterapkan melalui kegiatan membaca selama 15 menit setiap hari sebelum pembelajaran dimulai. Siswa membaca buku yang dimiliki atau bahan ajar literasi yang disediakan, dengan guru memberikan pendampingan, pengarahan, dan kontrol untuk merangsang minat baca. Selanjutnya, peserta didik diarahkan untuk menulis dengan cara meringkas teks bacaan atau membuat tulisan baru berdasarkan buku yang dibaca. Melalui kegiatan ini secara konsisten, peserta didik tidak hanya meningkatkan literasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budi pekerti yang tercermin dari bacaan mereka. Kedisiplinan dalam membaca dan menulis menjadi langkah penting dalam pengembangan karakter dan kemampuan peserta didik.

Baca Juga:  Wali Kota Tekankan Layanan Pendidikan Tanpa Diskriminasi dalam Bimtek Guru Inklusi

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *