Kemajuan teknologi telah mendorong aktivitas beralih dari dunia nyata ke dunia maya, termasuk dalam kehidupan keluarga. Orang tua dan anak-anak semakin terpapar berbagai bentuk media digital seperti telepon pintar, komputer, game, dan internet. Namun, penggunaan teknologi di rumah seringkali mengurangi kualitas interaksi keluarga, membuat anggota keluarga lebih sibuk dengan perangkat digital daripada berinteraksi bersama.
Bahkan, kecanduan gadget menjadi masalah serius.Untuk mengatasi tantangan ini, kedisiplinan digital menjadi sangat penting. Dengan mengatur waktu penggunaan perangkat digital secara bijak, keluarga dapat menjaga keseimbangan antara aktivitas online dan interaksi nyata, memperkuat hubungan antar anggota keluarga, dan menciptakan lingkungan rumah yang harmonis. Kedisiplinan digital menjadi kunci untuk memanfaatkan teknologi secara positif tanpa mengorbankan kualitas kehidupan keluarga.
Data menunjukkan tingkat literasi Indonesia berada pada peringkat rendah secara global menurut PIRLS, PISA, dan UNESCO. Salah satu langkah penting untuk mengatasi permasalahan ini adalah menerapkan kedisiplinan dalam proses pendidikan. Kedisiplinan dapat mendorong peserta didik untuk membiasakan membaca, berpikir kritis, dan mengasah kemampuan bernalar.
Guru juga perlu disiplin dalam menerapkan metode pengajaran yang inovatif dan menarik. Dengan kedisiplinan, upaya meningkatkan literasi dapat dilakukan secara konsisten sehingga menghasilkan generasi yang lebih berkualitas dan kompetitif di dunia internasional. Menurut Kemendikbud, terdapat enam literasi dasar yang penting dikuasai, yaitu literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan.












