Hadir juga Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah, Najir Prastiyo, Ketua PWM NTT, Mukshin Masri, Ketua Bidang Kader PP Pemuda Muhammadiyah, unsur Polda NTT yang diwakili Dirintelkam, serta Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang.
Dari kalangan akademisi, hadir pula perwakilan Universitas Nusa Cendana, Dr. Rudi Rohi, yang dikenal luas sebagai pengamat politik di NTT.
Suasana semakin hangat dengan kehadiran berbagai organisasi lintas iman dan kepemudaan seperti GP Ansor NTT, Pemuda Katolik, Himpunan Mahasiswa Islam, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, PW Muslimat NTT, anggota KPU NTT, PDM Kota Kupang, Ketua PDPM se-NTT, mantan Ketua PWPM NTT, hingga Fani selaku Ketua BM PAN Jawa Tengah.
Kehadiran tokoh dan organisasi dari berbagai latar belakang itu menjadi simbol kuat bahwa semangat toleransi, kolaborasi, dan persatuan masih tumbuh subur di bumi Flobamora.
Melalui RAPIMWIL dan Baitul Arqam Madya ini, Pemuda Muhammadiyah NTT berharap dapat melahirkan kader-kader visioner yang mampu membawa perubahan positif, bukan hanya bagi NTT, tetapi juga untuk Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.















