Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerahKesehatan

ChildFund International Dorong Penurunan Stunting Melalui Program Berbasis Komunitas

782
×

ChildFund International Dorong Penurunan Stunting Melalui Program Berbasis Komunitas

Sebarkan artikel ini

Keberhasilan di Kota Bogor mendorong ChildFund untuk mereplikasi ASRP di Kota Kupang dan Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, bekerja sama dengan Yayasan Masyarakat Cita Madani sebagai mitra lokal. Dukungan pemerintah daerah, puskesmas, serta kader masyarakat menjadi pilar utama dalam implementasi program di wilayah ini.

“Dukungan berbagai pemangku kepentingan sangat penting dalam memastikan keberlanjutan program, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga instansi pemerintah,” ujar Silvester Seno, Pimpinan Yayasan Masyarakat Cita Madani.

Pada tahap awal, program di NTT berhasil meningkatkan pengetahuan 85,9% orang tua dan pengasuh tentang gizi dan pengasuhan, serta meningkatkan kapasitas seluruh kader masyarakat yang terlibat.

Baca Juga:  Dr. Christian Widodo Soroti Aspek Penting dalam Memilih Kepala Daerah dan Program Prioritas untuk Kota Kupang

Plt. Sekretaris Bappeda Kota Kupang, Imelda Nage, mencatat bahwa Kota Kupang berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 17,2% pada Desember 2024 menjadi 16% pada April 2025. Pemerintah Kota Kupang menargetkan capaian nasional sebesar 14,2% dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Kopdit Swastisari Kembali Raih Peringkat 3 Paritrana Award NTT 2024

Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang juga menekankan pentingnya intervensi dini. Menurutnya, memperbaiki berat badan balita lebih memungkinkan dibandingkan memperbaiki tinggi badan setelah anak melewati usia dua tahun.

“Lebih mudah mencegah daripada mengobati. Karena itu, kami mengutamakan pemantauan pertumbuhan anak secara berkala melalui posyandu yang dikelola oleh lebih dari seribu kader keluarga,” jelasnya.

ChildFund International menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Faktor-faktor lain seperti pendidikan, sanitasi, ketahanan ekonomi keluarga, dan penguatan kapasitas pengasuhan keluarga memainkan peran penting.

Baca Juga:  Mobil Ambulance Puskesmas Mukusaki Sering Mogok, Sipri Doi Minta Adakan Mobil Baru

“Kontribusi sektor kesehatan hanya sekitar 30%, selebihnya memerlukan dukungan sektor lainnya,” tambah Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang.

Dengan semangat kolaborasi dan pendekatan berbasis komunitas yang holistik, ChildFund International di Indonesia optimistis dapat terus berkontribusi dalam mempercepat penurunan angka stunting dan mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *