KUPANG, DetikNTT.Com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur membantah informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan mobilisasi aparatur sipil negara (ASN) oleh Ketua DPW PSI NTT sekaligus Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, untuk menyambut kedatangan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.
Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris DPW PSI NTT, Junaidin Mahasan, saat memberikan keterangan kepada wartawan dalam konferensi pers di Kota Kupang.
Menurut Junaidin, informasi yang menyebut adanya pengerahan birokrasi untuk menghadiri agenda kunjungan Joko Widodo merupakan kabar yang tidak benar.
“Informasi yang beredar, baik di media sosial maupun yang disampaikan oleh oknum atau kelompok tertentu, bahwa Ketua DPW PSI NTT melakukan mobilisasi massa dengan menggerakkan birokrasi adalah informasi yang tidak benar atau hoaks,” tegas Junaidin.
Selain membantah isu mobilisasi ASN, PSI NTT juga meluruskan kabar mengenai adanya permintaan sumbangan sebesar Rp250 ribu kepada masyarakat yang akan menghadiri agenda penyambutan Joko Widodo.
Junaidin memastikan kabar tersebut merupakan informasi palsu dan tidak pernah berasal dari pengurus PSI.
“Ada juga selebaran maupun informasi di media sosial yang menyebut pengurus PSI meminta sumbangan Rp250 ribu kepada masyarakat yang menghadiri kedatangan Bapak Jokowi. Itu tidak benar dan tidak pernah kami lakukan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Junaidin menegaskan bahwa seluruh persiapan menyambut kunjungan Presiden ke-7 RI telah dilakukan oleh jajaran PSI Provinsi NTT dan DPD PSI Kota Kupang. Ia menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI sekaligus memenuhi undangan masyarakat.
Menurutnya, terdapat tiga agenda utama yang akan dilaksanakan selama kunjungan Joko Widodo, yakni Rakorda PSI, kegiatan Car Free Day, dan Karnaval Gajah yang dipusatkan di Kelurahan (LLBK), Kecamtan Kota Lama.
PSI memperkirakan sekitar 15 ribu peserta akan hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
















