Kupang, DetikNTT.Com – Event Budaya Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) 2026 tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga dimanfaatkan sebagai wadah menggerakkan UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat. Kegiatan tersebut dibuka Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo di Halaman Gereja GMIT Tiberias TDM, Senin (25/5).
Wali Kota Christian mengatakan kegiatan budaya memiliki manfaat lebih luas karena dapat mempererat persaudaraan sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produk lokal.
Ia juga mengajak seluruh ASN yang hadir untuk ikut mendukung pelaku usaha dengan membeli berbagai produk UMKM yang dipamerkan selama kegiatan. Menurutnya, keberadaan event seperti ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif juga terlihat dari keterlibatan lima sanggar seni budaya, komunitas seni, kelompok tenun ikat, UMKM dan lembaga pendidikan dalam Event Budaya TDM 2026. Berbagai kegiatan seperti karnaval budaya, tarian, fashion show dan pameran UMKM menjadi bagian dari rangkaian acara selama 25–27 Mei 2026.
Selain mendorong aktivitas ekonomi, Pemerintah Kota Kupang turut memberi perhatian terhadap penguatan kelembagaan pelaku seni budaya. Dari lima sanggar yang ada di TDM, baru satu yang telah memiliki akta notaris, sementara empat lainnya masih membutuhkan dukungan legalitas.
Christian memberikan bantuan pribadi untuk pengurusan akta notaris bagi dua sanggar seni budaya. Dukungan juga diberikan Anggota DPRD Kota Kupang Muhammad Ramli dan sponsor kegiatan Roy Bullan sehingga sanggar yang belum memiliki legalitas dapat memperoleh kesempatan untuk berkembang dan mengakses bantuan pemerintah.
Ketua Panitia Diky Ataupah mengatakan Event Budaya TDM 2026 dengan tema “Flobamora Berkreasi di Kelurahan TDM” diharapkan menjadi ruang kolaborasi untuk mengembangkan potensi kreatif masyarakat. Kegiatan ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat UMKM dan membuka peluang ekonomi melalui seni, budaya dan produk lokal.














