Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerah

Data Aksi Konvergensi Dibenahi, Kota Kupang Samakan Persepsi dari Kecamatan hingga Puskesmas

122
×

Data Aksi Konvergensi Dibenahi, Kota Kupang Samakan Persepsi dari Kecamatan hingga Puskesmas

Sebarkan artikel ini
Ket : Bappeda Kota Kupang menggelar pertemuan pembahasan penginputan data Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kecamatan, foto : Humas Kota Kupang

DetikNTT.Com || Kota Kupang – Pemerintah Kota Kupang melalui Bappeda Kota Kupang menggelar pertemuan pembahasan penginputan data Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kecamatan, Rabu, 21 Januari 2026. Rapat ini secara resmi dibuka oleh Wildrian Ronald Otta, S.STP, MM, selaku Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Kota Kupang. Ini merupakan tindak lanjut terhadap arahan dari Baperida Provinsi NTT dalam rangka kelengkapan data Aksi Konvergensi, khususnya data analisis situasi tahun 2025.

Baca Juga:  Tim Penyidik Sita Rp 108 Juta dari Eks Direktur PT. Bina Artha Sekuritas dalam Kasus MTN Bank NTT

“Pertemuan ini merupakan wujud komitmen Wali Kota Kupang dalam memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2026”, pungkas Plt Kepala Bappeda Kota Kupang.

Oplus_131072

Fokus pembahasan diarahkan pada penguatan kualitas data sasaran, data pendukung, dan data capaian layanan tahun 2025 sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan yang lebih tepat pada tahun 2026.

Oplus_131072

Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa proses penginputan data harus didahului dengan penyamaan pemahaman antar pihak. Framework dan definisi operasional indikator perlu disepakati bersama agar data yang dihasilkan tidak bias, tidak tumpang tindih, dan dapat digunakan secara lintas sektor.

Baca Juga:  Wali Kota Tegaskan Pentingnya Implementasi SAKIP untuk Meningkatkan Kinerja Pemerintah

Para camat menekankan pentingnya pemanfaatan pangan lokal dan pekarangan sebagai bagian dari intervensi sensitif di tingkat wilayah. Sementara itu, operator puskesmas menyampaikan kendala teknis yang masih dihadapi, terutama terkait perbedaan penafsiran definisi operasional indikator ibu hamil yang mengonsumsi makanan beragam serta balita yang mendapatkan MP-ASI. Isu ini dinilai perlu kejelasan bersama agar tidak menurunkan kualitas data.

Baca Juga:  Wagub NTT Buka Kejurda Atletik 2025, Tekankan Latihan Serius Menuju PON 2028

Sebagai hasil akhir rapat, seluruh peserta menyepakati bahwa pada minggu berjalan ini seluruh data Analisis Situasi harus diselesaikan. Targetnya, data sudah lengkap dan siap digunakan paling lambat hari Jumat, 22 Januari 2026, sebagai dasar percepatan penurunan stunting di Kota Kupang tahun 2026.

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *