Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerah

Data Aksi Konvergensi Dibenahi, Kota Kupang Samakan Persepsi dari Kecamatan hingga Puskesmas

105
×

Data Aksi Konvergensi Dibenahi, Kota Kupang Samakan Persepsi dari Kecamatan hingga Puskesmas

Sebarkan artikel ini
Ket : Bappeda Kota Kupang menggelar pertemuan pembahasan penginputan data Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kecamatan, foto : Humas Kota Kupang

DetikNTT.Com || Kota Kupang – Pemerintah Kota Kupang melalui Bappeda Kota Kupang menggelar pertemuan pembahasan penginputan data Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kecamatan, Rabu, 21 Januari 2026. Rapat ini secara resmi dibuka oleh Wildrian Ronald Otta, S.STP, MM, selaku Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Kota Kupang. Ini merupakan tindak lanjut terhadap arahan dari Baperida Provinsi NTT dalam rangka kelengkapan data Aksi Konvergensi, khususnya data analisis situasi tahun 2025.

Baca Juga:  Melki-Jhoni Luncurkan Dua Buku Refleksi 100 Hari Kerja di NTT: Menuju NTT Centris yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera

“Pertemuan ini merupakan wujud komitmen Wali Kota Kupang dalam memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2026”, pungkas Plt Kepala Bappeda Kota Kupang.

Oplus_131072

Fokus pembahasan diarahkan pada penguatan kualitas data sasaran, data pendukung, dan data capaian layanan tahun 2025 sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan yang lebih tepat pada tahun 2026.

Oplus_131072

Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa proses penginputan data harus didahului dengan penyamaan pemahaman antar pihak. Framework dan definisi operasional indikator perlu disepakati bersama agar data yang dihasilkan tidak bias, tidak tumpang tindih, dan dapat digunakan secara lintas sektor.

Baca Juga:  Kurang dari 24 Jam, Wali Kota Kupang Turun Langsung Temui Korban Angin Kencang di Belo

Para camat menekankan pentingnya pemanfaatan pangan lokal dan pekarangan sebagai bagian dari intervensi sensitif di tingkat wilayah. Sementara itu, operator puskesmas menyampaikan kendala teknis yang masih dihadapi, terutama terkait perbedaan penafsiran definisi operasional indikator ibu hamil yang mengonsumsi makanan beragam serta balita yang mendapatkan MP-ASI. Isu ini dinilai perlu kejelasan bersama agar tidak menurunkan kualitas data.

Baca Juga:  Wujud Komitmen Polri, Polres Ende Polda NTT Amankan Kegiatan Ibadah Perayaan Kenaikan Isa Al-Masih

Sebagai hasil akhir rapat, seluruh peserta menyepakati bahwa pada minggu berjalan ini seluruh data Analisis Situasi harus diselesaikan. Targetnya, data sudah lengkap dan siap digunakan paling lambat hari Jumat, 22 Januari 2026, sebagai dasar percepatan penurunan stunting di Kota Kupang tahun 2026.

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *