
DetikNTT.com||Kupang – Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) bersama Bank Indonesia meluncurkan GG Mart dan Garam Bumi Cendana sebagai bentuk nyata pelayanan gereja dalam pemberdayaan ekonomi jemaat. Launching ini diawali dengan ibadah bertema “Pelayanan yang Membebaskan: Dari Mimbar Menuju Pasar”, yang digelar di halaman Kantor Sinode GMIT, Kupang, Kamis 26 Juni 2025
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Mielsy E.Y. Thellk-Moy, S.Th., dan renungan dibawakan oleh Pdt. Melky Joni Ulu, M.Th., berdasarkan bacaan dari Kisah Para Rasul 3:1-10. Dalam renungannya, Pdt. Melky menekankan bahwa gereja harus berpihak kepada kaum kecil dan miskin sebagai bagian dari panggilan iman.
“Kita perlu membangun strategi untuk menjangkau mereka yang termarjinalkan secara ekonomi. GG Mart hadir bukan sekadar toko, tetapi sebagai alat pelayanan agar masyarakat tidak lagi menjadi objek, melainkan subjek yang berdaya dan bermartabat,ungkapnya.
Suara Gembala dari Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pdt. Samuel Pandie bahwa gereja harus memberi kehidupan. Ia menyampaikan bahwa kehadiran GG Mart merupakan wujud nyata dari komitmen pelayanan gereja terhadap kesejahteraan jemaat, dan akan dikembangkan di 120 klasis melalui konsep “Satu Gereja, Satu Produk”.
Hadir dalam acara tersebut berbagai pihak, antara lain: Penjabat Tinggi Pemprov NTT, Kepala Dinas Perindag, Kadis Perikanan, Kepala Dinas PTSP, pimpinan Bank Indonesia NTT, Bank Mandiri, Bank NTT, serta Kepala BPOM Kota Kupang serta Tamu undangan .
Produk-produk unggulan yang dipasarkan terlebih dahulu didoakan, sebagai simbol dedikasi dan pengudusan pelayanan gereja dalam bidang ekonomi.
Beberapa produk lokal yang sudah siap masuk ke GG Mart antara lain: Gula sabu, sorgum pulut, dan gula semut dari Rote, Beras hitam dan beras asli TTU (dengan izin edar), Madu asli dari Fatuleu dan Amfoang, Kopi Amfoang (masuk tiga besar kopi terbaik nasional), Ikan segar dari Amfoang Selatan, Sayur-mayur dari Kupang Barat dan Tengah, Jagung, kemiri, lu’at pedas, serta produk rumput laut, produk Herbal dan kerajinan tangan anak-anak GMIT dan Garam wangi Cendana dari tambak rakyat
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjayati, menilai GG Mart sebagai wujud representasi nyata pemberdayaan umat berbasis komunitas jemaat.
“Ini bukan mart biasa. Produk yang dijual adalah milik jemaat sendiri. Kami mendukung penuh dalam bentuk edukasi, peningkatan kompetensi, dan implementasi agar jemaat makin berdaya,”ujarnya.
Bank Indonesia juga telah menjalin kerja sama jangka panjang dengan GMIT dalam penguatan kapasitas dan pendampingan ekonomi lokal.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyampaikan apresiasi atas inisiatif GMIT yang mampu menjadi pelopor penguatan ekonomi rakyat melalui GG Mart.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita, dan gereja kini ikut menjaganya. GG Mart adalah gerbang baru bagi jemaat untuk tampil di pasar,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa potensi NTT seperti madu, kopi, dan hasil laut sering kali tidak disadari oleh masyarakat lokal, padahal sangat diminati oleh pasar luar. Karena itu, ia mendukung penuh pengembangan konsep “Satu Gereja, Satu Produk” sebagai bagian dari program Gerakan Ekonomi Rakyat (GERAK NTT).
“GG Mart adalah jendela baru ekonomi umat. Kita siapkan marketplace digital dan toko fisik untuk menampung dan memasarkan produk-produk jemaat secara lebih luas,”pungkasnya.*













