Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerah

98 Santri Masih Bertahan di Pesantren Walisanga Ende, Gubernur Melki Datang Bawa Bantuan

17
×

98 Santri Masih Bertahan di Pesantren Walisanga Ende, Gubernur Melki Datang Bawa Bantuan

Sebarkan artikel ini

Ende, http://DetikNTT.Com – Sebanyak 98 santri Pondok Pesantren PPMS Walisanga, Kabupaten Ende, masih bertahan di lingkungan pesantren di tengah kondisi pascagempa bumi Flores. Kondisi tersebut mendapat perhatian Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena yang datang langsung mengunjungi pesantren tersebut, Jumat (28/8/2026).

Kunjungan Gubernur Melki dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi para santri sekaligus meninjau bangunan pesantren yang terdampak gempa.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur berdialog dengan pengelola pesantren dan para santri. Ia juga menyerahkan bantuan berupa sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan para santri selama masa tanggap darurat.

Baca Juga:  Peduli Lingkungan, BPJS ketenagakerjaan NTT Gelar Aksi “Go Green, Go Clean, Go Spunbond” Kurangi Plastik Sekali Pakai

Pimpinan Pesantren PPMS Walisanga Ende, Sitti Halimah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Gubernur Melki yang telah datang langsung melihat kondisi pesantren dan para santri.

“Terima kasih banyak Bapak Gubernur sudah datang ke sini lihat kami. Kami senang dan bahagia sekali hari ini. Terima kasih banyak atas bantuan dan dukungannya bagi kami di Pesantren Walisanga ini,” ujar Halimah.

Halimah menjelaskan, 98 santri yang terdiri dari laki-laki dan perempuan hingga kini masih berada di pesantren. Mereka belum dipulangkan ke rumah masing-masing karena kondisi orang tua dan keluarga di daerah asal yang juga terdampak gempa.

Baca Juga:  Mendagri Apresiasi Wali Kota Kupang Christian Widodo atas Capaian PBG Tertinggi di NTT

Situasi tersebut membuat pihak pesantren harus menyesuaikan aktivitas harian para santri dengan kondisi pascabencana.

Kegiatan pendidikan dan ibadah tetap dilaksanakan, namun untuk sementara dilakukan di luar ruangan. Para santri memanfaatkan tenda sebagai tempat belajar sekaligus menjalankan aktivitas ibadah, termasuk salat.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi bangunan pesantren yang terdampak gempa, ditambah aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung.

Baca Juga:  BPBD Kota Kupang Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Bencana, Libatkan BNPB dan Berbagai Stakeholder

Kunjungan Gubernur Melki menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat yang berada di lembaga pendidikan turut mendapat perhatian selama masa tanggap darurat.

Pemerintah Provinsi NTT terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, serta berbagai elemen masyarakat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak gempa tetap terpenuhi.

Selain membantu memenuhi kebutuhan selama masa tanggap darurat, dukungan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat proses pemulihan masyarakat pascabencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang Copy!