Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Daerah

HUT ke-30, SMA Negeri 7 Kupang Launching OSOP dan Kelas Khusus Olahraga Hockey

15
×

HUT ke-30, SMA Negeri 7 Kupang Launching OSOP dan Kelas Khusus Olahraga Hockey

Sebarkan artikel ini

KUPANG,detikntt.com – SMA Negeri 7 Kupang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 sekaligus meluncurkan program One School One Product (OSOP) dan membuka kelas khusus olahraga hockey, Jumat (28/8/2026).

Mengusung tema “30 Tahun Menenun Asa, Mewujudkan Generasi Berbudaya, Berkarakter, dan Berdampak”, perayaan tiga dekade SMA Negeri 7 Kupang menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan panjang sekolah dalam mendidik, membentuk karakter, mengembangkan potensi, serta melahirkan generasi yang mampu memberikan dampak positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Pdt. (Emr.) Hendrik A. Abineno, Sm.Th., S.Pd., M.Pd.K. dengan bacaan Alkitab dari Keluaran 33:7-23.

Dalam khotbahnya, Hendrik A. Abineno mengajak seluruh keluarga besar SMA Negeri 7 Kupang untuk melihat kembali perjalanan tiga dekade yang telah dilalui sekaligus menatap masa depan dengan penuh harapan dan tekad.

Menurutnya, perjalanan sebuah lembaga pendidikan bukanlah sejarah yang selalu sempurna. Ada berbagai pergulatan, tantangan, kekurangan, maupun keberhasilan yang menjadi bagian dari proses panjang membangun sebuah institusi pendidikan.

Ia menekankan pentingnya kehadiran Tuhan dalam perjalanan SMA Negeri 7 Kupang, baik ketika melihat kembali sejarah masa lalu maupun ketika menyusun harapan untuk masa depan.

“Ketika kita merayakan ulang tahun, kita menoleh ke belakang untuk melihat apa yang telah terjadi dan melihat ke depan untuk merangkai mimpi, menganyam harapan, serta membangun tekad,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para guru dan tenaga pendidik bahwa mendidik anak-anak membutuhkan kesabaran, kasih, keteladanan, dan komitmen. Para siswa datang dari latar belakang yang berbeda dengan karakter dan perilaku yang beragam.

Dalam kondisi tersebut, guru dituntut tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan tetap memberikan kasih kepada peserta didik.

“Seorang guru mungkin pernah marah karena tingkah laku anak-anak, tetapi harus berjuang mengendalikan amarah dan tetap mengasihi anak-anak dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda,” katanya.

Baca Juga:  ​Sinergi Tanpa Batas, Aipda Yahya Bahu Membahu Bersama Umat Paroki St. Maria Worhonio Bergotong Royong Rabat Halaman Gereja

Ia menggambarkan sekolah sebagai rumah kedua bagi para siswa. Karena itu, seluruh warga sekolah diharapkan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, penuh kasih, serta menjadi tempat bagi siswa untuk mengembangkan iman, kreativitas, talenta, dan karakter.

“Sekolah ini adalah rumah kedua. Dari rumah ini kita diajar menjadi pintar, berkarakter, beriman, merasa aman, serta belajar berbagi dan mengembangkan semua talenta yang kita miliki,” tuturnya.

Dalam ibadah syukur tersebut, keluarga besar SMA Negeri 7 Kupang juga turut mendoakan masyarakat dan para korban yang terdampak gempa bumi di Flores.

Launching OSOP dan Kelas Khusus Hockey

Usai ibadah syukur, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMA Negeri 7 Kupang, sambutan Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, launching program OSOP, serta pembukaan kelas khusus olahraga hockey.

Ketua Panitia HUT ke-30 SMA Negeri 7 Kupang, Dra. Veronika Wahon, dalam laporannya mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan antara siswa, guru, tenaga kependidikan, serta alumni.

Selain itu, kegiatan HUT juga diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama dan lingkungan, mengembangkan bakat, kreativitas, serta rasa percaya diri siswa di bidang seni, budaya, olahraga, dan kewirausahaan.

“Tujuan terakhir adalah memperkenalkan inovasi program sekolah melalui launching One School One Product, memperkenalkan kelas khusus olahraga hockey, serta pameran dan pasar murid,” jelas Veronika.

Ia mengatakan seluruh rangkaian kegiatan HUT telah dilaksanakan sejak 24 Agustus 2026 dan mencapai puncaknya pada Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, seluruh kegiatan HUT ke-30 SMA Negeri 7 Kupang dibiayai melalui dana iuran peserta didik (IPP) SMA Negeri 7 Kupang.

30 Tahun Jadi Momentum Tingkatkan Prestasi

Kepala SMA Negeri 7 Kupang, Wemvrid Metusalak Boimau, S.Pd., M.Hum., dalam sambutannya mengatakan usia 30 tahun bukanlah usia yang muda bagi sebuah institusi pendidikan.

Baca Juga:  KSOP Kelas III Labuan Bajo Gelar Upacara Memperingati Hari Perhubungan Nasional 2025

Menurutnya, usia tersebut menunjukkan adanya proses kematangan, keteguhan, serta integritas sebuah lembaga.

“30 tahun menyatakan tentang kematangan, keteguhan, dan integritas dari sebuah institusi. Selama 30 tahun kita telah melewati berbagai proses,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para guru serta pendahulu yang menjadi penggagas sekaligus peletak dasar berdirinya SMA Negeri 7 Kupang.

Menurutnya, perjuangan para pendahulu tidak mudah. Karena itu, generasi yang melanjutkan kepemimpinan sekolah memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan tersebut.

“Setiap masa ada pejuangnya dan setiap pejuang ada masanya. Setiap masa memiliki pejuang dan tantangan yang berbeda. Kami sebagai penerus tetap berjuang meneruskan perjuangan para pendahulu,” katanya.

Ia mengakui selama perjalanan 30 tahun masih terdapat berbagai kekurangan. Namun, pihak sekolah tetap optimistis karena telah banyak prestasi yang diraih dan akan terus ditingkatkan pada masa mendatang.

OSOP Hadirkan Produk “TUNAVASI”

Salah satu agenda penting dalam perayaan HUT ke-30 adalah peluncuran program One School One Product (OSOP) yang diberi nama “TUNAVASI”.

Nama tersebut merupakan perpaduan antara kata “Tuna”, yang merujuk pada bahan baku utama berupa ikan tuna, dan “VASI” yang menggambarkan inovasi yang dilakukan sekolah dalam mengembangkan produk.

Wemvrid menjelaskan, program tersebut dirintis oleh tiga orang guru bersama para siswa.

Untuk tahap awal, produk yang telah dihasilkan berupa abon ikan tuna. Ke depan, pihak sekolah berencana mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar ikan tuna, seperti nugget tuna, suwir tuna, serta bakso ikan tuna.

Program OSOP diharapkan tidak hanya menjadi inovasi sekolah, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk belajar mengembangkan kreativitas, keterampilan kewirausahaan, dan pemanfaatan potensi lokal.

SMA Negeri 7 Kupang Perkuat Pembinaan Hockey

Selain launching OSOP, SMA Negeri 7 Kupang juga mengukuhkan kelas khusus olahraga hockey.

Wemvrid mengatakan pembinaan olahraga hockey telah dilakukan di SMA Negeri 7 Kupang sejak beberapa tahun terakhir. Program tersebut terus dikembangkan melalui pembentukan kelas khusus olahraga untuk mencetak atlet-atlet muda.

Baca Juga:  Diduga Menggelapkan Mobil Hadiah BRI, Staf CV. Anugerah Perkasa Dilaporkan ke Polres Ende

“Pada hari ini kami juga mengukuhkan kelas khusus olahraga hockey sebagai salah satu kegiatan yang kami miliki di sekolah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihak sekolah telah melakukan seleksi untuk membentuk kelas khusus tersebut sebagai bagian dari upaya regenerasi atlet hockey di NTT.

SMA Negeri 7 Kupang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga hockey di NTT. Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah juga memberikan apresiasi kepada para perintis dan tokoh yang telah berkontribusi dalam perkembangan hockey di NTT.

Salah satunya adalah Henok Bire, yang disebut sebagai salah satu tokoh legendaris dalam perkembangan olahraga hockey di NTT.

Wemvrid juga menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang sejak awal berinisiatif mengembangkan olahraga hockey di lingkungan SMA Negeri 7 Kupang.

“Kalau berbicara tentang hockey di NTT, salah satu basisnya adalah SMA Negeri 7 Kupang,” katanya.

Dengan dibukanya kelas khusus olahraga hockey, SMA Negeri 7 Kupang berkomitmen melanjutkan pembinaan atlet muda sekaligus mempersiapkan generasi atlet yang dapat membawa nama NTT pada berbagai ajang olahraga nasional.

Perayaan HUT ke-30 SMA Negeri 7 Kupang tersebut turut dihadiri Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Pdt. (Emr.) Hendrik A. Abineno, Sm.Th., S.Pd., M.Pd.K., Sekretaris Federasi Hockey NTT Hironimus Pati, Kepala SMA Negeri 6 Kupang Hendrikus Hati, S.Pd., M.M., tim perintis hockey NTT Henok Bire, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Maulafa, para orang tua murid, alumni, guru purna tugas, serta masyarakat.

Momentum tiga dekade tersebut menjadi penegasan komitmen SMA Negeri 7 Kupang untuk terus menenun asa, membangun karakter, mengembangkan potensi, serta melahirkan generasi yang berbudaya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

 

Penulis: Lia kikiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang Copy!