Kedua adalah “Gerakan Beli NTT”. Menurutnya, ini merupakan sebuah inisiatif untuk mendorong konsumsi dan pemasaran produk lokal guna memperkuat perekonomian daerah.
“Program ini akan dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, untuk memperluas layanan pengembangan usaha dan akses keuangan bagi produsen desa, sekaligus memastikan adanya pasar yang stabil bagi komoditas unggulan daerah. Sehingga dapat meningkatkan ekonomi lokal dengan memastikan setiap produk yang dihasilkan bisa diserap oleh pasar, lalu produsen bisa fokus kepada proses produksi dan pengembangan,” tambahnya.

Ketiga adalah pengembangan One Village One Product (OVOP), berbasis hilirisasi yang harapannya mempu mengembangkan produk unggulan desa atau kelurahan sesuai dengan potensi lokal di setiap daerah.
“Tujuan utama program ini adalah meningkatkan ekonomi lokal dengan memanfaatkan sumber daya dan keunggulan masing-masing desa/wilayah. Dalam pelaksanaannya, BUMDes dan Koperasi akan menjadi penggerak utama ekonomi pedesaan melalui pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan manajerial masyarakat dalam mengelola usaha serta produk unggulan,” ungkapnya.














