Kemudian, Program Quick Win keenam adalah Penguatan Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif dan Efisien.
“Kami menyadari bahwa kekosongan jabatan atau posisi yang diisi oleh pejabat pelaksana tugas (Plt) dapat menghambat efektivitas birokrasi dan pelayanan publik. Untuk itu, kami akan melakukan pemetaan kebutuhan organisasi, menyeleksi pejabat yang memenuhi syarat, dan memastikan setiap posisi strategis diisi oleh individu yang berintegritas, kompeten, dan profesional. Langkah ini menjadi fondasi utama dalam memperkuat organisasi pemerintahan agar setiap unit kerja dapat beroperasi secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Diharapkan tata kelola yang lebih cepat, efisien, dan akuntabel, pemerintahan akan berjalan sesuai dengan prinsip good governance, mempercepat layanan publik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi,” urainya.
Lebih lanjut, Gubernur Melki menekankan bahwa bersama Wakil Gubernur Johni, keduanya berkomitmen pada transparansi, akuntabilitas, dan integritas, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui kerja keras dan dedikasi penuh, setiap kebijakan yang diambil harus bermanfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong NTT lebih maju serta berdaya saing.
“NTT masih menghadapi tantangan besar, dengan kemiskinan 19,02 persen, kemiskinan ekstrem 2,82 persen (BPS 2024), dan stunting 37,9 persen (SKI 2023). Tingkat Pengangguran Terbuka 3,02 persen dan angka putus sekolah yang tinggi turut memicu TPPO dan PMI ilegal. Namun disisi lain, NTT memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan pariwisata. Tugas kita adalah mengoptimalkan potensi ini, guna menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Keberhasilan pembangunan NTT bergantung pada kerja sama erat antara eksekutif, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat,” jelas Melki.
Ia mengharapkan agar melalu Visi mewujudkan “NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan yang diwujudkan dalam 7 Misi atau pilar utama yaitu, pilar ekonomi berkelanjutan, pilar kesehatan, pilar pendidikan, pilar pemberdayaan komunitas, pilar pemerataan infrastruktur berkelanjutan, pilar reformasi birokrasi dan hak asasi manusia, serta pilar kolaborasi.
“NTT yang maju, sehat, cerdas, dan sejahtera adalah NTT yang mampu mengelola dan mengoptimalkan sumber daya secara efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. NTT yang memberikan akses layanan dasar yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. NTT yang membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan inovatif, serta membuka lebih banyak peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan yang berkeadilan, sehingga setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah. Untuk mencapai visi tersebut, kami akan menerjemahkannya ke dalam misi serta program kerja yang konkret dan terukur. Dalam semangat kolaborasi untuk memajukan, menyehatkan, mencerdaskan, dan mensejahterakan NTT secara berkelanjutan, saya bersama Wakil Gubernur Johanis Asadoma menggaungkan semangat: Ayo Bangun NTT,” tutupnya.
100 Hari Pertama, Gubernur Melki dan Wagub Johni Siapkan 6 Program Quick Win














