Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerah

Wali Kota Kupang Dukung Gubernur NTT Tuntaskan Monumen Pancasila

93
×

Wali Kota Kupang Dukung Gubernur NTT Tuntaskan Monumen Pancasila

Sebarkan artikel ini
Ket : Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo bersama Gubernur NTT Melki Laka Lena, foto : Humas Kota Kupang

DetikNTT.Com || Kota Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, untuk menggandeng Pemerintah Kota Kupang dan Pemerintah Kabupaten Kupang dalam melanjutkan dan menuntaskan pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota saat mendampingi Gubernur NTT bersama Bupati Kupang, Yosef Lede, dan Ketua DPRD Kota Kupang, Richard E. Odja, meninjau langsung lokasi monumen pada Kamis (22/1).

Monumen Flobamora Rumah Pancasila yang berbentuk burung Garuda menghadap Laut Sawu dengan ketinggian sekitar 50 meter ini, berdiri di atas lahan hibah dari orang tua dari Wali Kota Kupang, Bapak Theo Widodo kepada Pemerintah Provinsi NTT. Bagi Wali Kota, monumen ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol nilai dan kebanggaan bersama.

Baca Juga:  Wali Kota Tegaskan Pentingnya Implementasi SAKIP untuk Meningkatkan Kinerja Pemerintah

“Monumen ini harus menjadi milik bersama masyarakat. Bukan hanya destinasi wisata dan sejarah, tetapi juga ruang edukasi dan penggerak ekonomi warga baik Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang, karena letaknya yang strategis, berada di wilayah batas antara Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.,” ujar dr. Chris.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa dirinya bersama Wali Kota Kupang dan Bupati Kupang memiliki satu kesepahaman penting: pembangunan monumen ini harus dilanjutkan dan dituntaskan.

Baca Juga:  Jembatan Harmoni Antar Umat Beragama, Wali Kota Kupang Kukuhkan Pengurus FKUB Periode 2025-2030

“Monumen Flobamora Rumah Pancasila dibangun sebagai simbol kebanggaan Flobamora. Dari NTT, nilai-nilai Pancasila ingin kita kumandangkan ke seluruh Nusantara, karena daerah ini memiliki keterkaitan sejarah dengan lahirnya gagasan Pancasila,” jelas Gubernur.

Ia mengakui, pembangunan monumen sempat terhenti dan belum dapat difungsikan. Karena itu, peninjauan dilakukan untuk memastikan arah pembangunan ke depan lebih jelas dan terukur.

Ke depan, monumen ini direncanakan dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan ideologi Pancasila yang dapat dimanfaatkan secara bersama oleh Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, dan Pemerintah Kabupaten Kupang, serta terbuka bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga:  Rakor Tim PAKEM Provinsi NTT Bahas Pencegahan Keresahan Masyarakat terkait Postingan Akun ALL US

Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas hibah lahan dari Bapak Theo Widodo kepada Pemerintah Provinsi NTT. Menurutnya, hal tersebut merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kecintaan terhadap daerah.

“Target kami, pembangunan monumen ini dapat diselesaikan tahun ini. Untuk pembiayaan, kami sepakat mencari skema pendanaan alternatif tanpa membebani APBD, agar benar-benar menjadi kebanggaan bersama,” tegasnya.

Harapannya, Monumen Flobamora Rumah Pancasila tidak hanya berdiri megah, tetapi hidup sebagai ruang edukasi, sejarah, dan destinasi wisata yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *