Kupang,DetikNTT.com || Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Nusa Tenggara Timur (NTT) sukses melaksanakan Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (RAKERKONPROV) I pada Senin, 24 November 2025 bertempat di Hotel Harper, Kupang.
Kegiatan ini diikuti oleh pengurus DPP APINDO NTT, DPK APINDO Kabupaten/Kota se-NTT, pelaku usaha lintas sektor, serta perwakilan pemerintah dan pemangku kepentingan dunia usaha.
Sesuai release kepada media ini, Toni Angtariksa Dima sebagai ketua panitia menjelaskan, RAKERKONPROV I menjadi momentum penting bagi APINDO untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta merumuskan program kerja strategis dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di NTT melalui kolaborasi pentahelix: dunia usaha, pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat.
“Dalam forum persidangan dan sidang komisi, peserta Rakerkonprov menyepakati sejumlah rekomendasi strategis, termasuk penguatan hubungan industrial, pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta konsolidasi organisasi secara lebih profesional,”demikian Toni.
Rekomendasi tersebut tertuang dalam hasil komisi yang dilaporkan dalam sidang pleno, antara lain:
REKOMENDASI, sejumlah poin utama meliputi:
1. Penguatan Hubungan Industrial
Meningkatkan budaya hubungan industrial yang harmonis dan kondusif di perusahaan–perusahaan anggota.Mendorong tersedianya sarana Hubungan Industrial di tingkat perusahaan.
2. Pengembangan Organisasi dan Tata Kelola Pembinaan dan peningkatan kapasitas DPK se-NTT.
Peningkatan distribusi keterwakilan APINDO di berbagai lembaga tripartit dan badan konsultatif ketenagakerjaan.Penataan Peraturan Organisasi terkait tata kelola dan registrasi anggota / KTA.
3. Pendidikan dan PelatihanPelatihan dan peningkatan kompetensi SDM melalui APINDO Training Center dan LSP MSDM.
Seminar, workshop, dan bimbingan teknis bagi pelaku usaha dan pengurus organisasi.
4. Konsolidasi Ketenagakerjaan penguatan peran LBH APINDO dalam advokasi, konsultasi, dan pembelaan perusahaan anggota.
5. Penguatan Program UMKM & Sosial Ekonomi.
Dukungan program nasional APINDO UMKM (AUM) berbasis pentahelix. Implementasi program sosial GAS KIPAS Stunting untuk percepatan penurunan stunting di NTT.
Pengembangan program kompetensi MSDM di daerah melalui pelatihan dan sertifikasi.
6. Pembiayaan dan Mandiri OrganisasiOptimalisasi kemandirian pembiayaan organisasi melalui iuran anggota & self-financing.
Kunjungan kerja dan pembinaan tahunan ke seluruh DPK.“APINDO NTT menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun iklim investasi yang produktif dan berkeadilan, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui program nyata dan kolaborasi yang kuat,”ujar Toni yang kini dipercaya sebagai Dirut Kawasan Industri Bolok (KIB) ini.
Ditambahkan, RAKERKONPROV I menekankan pentingnya:“APINDO berada pada posisi seimbang dalam lembaga tripartit dan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, kondusif, dan berkelanjutan.”
“Dengan rekomendasi yang telah disahkan dalam pleno, APINDO NTT siap melaksanakan langkah-langkah konkret secara kolaboratif dalam mendorong pembangunan ekonomi provinsi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya. **










