Ia menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya ditandai oleh infrastruktur megah, tetapi juga oleh terciptanya lingkungan yang sehat dan masyarakat yang berkualitas.
“Membangun kota berarti membangun manusia yang tinggal di dalamnya. Dan membangun manusia berarti membangun pendidikan dan kesehatan,” tegas Wali Kota.
Wali Kota juga memaparkan sejumlah capaian penting dalam bidang pendidikan Kota Kupang. Tingkat partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD) meningkat dari 54,8% menjadi 55,9%, sementara untuk jenjang SD naik dari 92% menjadi 93%. Rasio guru dan murid yang ideal, yakni satu guru mengajar delapan hingga sembilan murid, disebut sebagai salah satu kekuatan pendidikan di Kota Kupang. Rata-rata lama sekolah saat ini mencapai 11,64 tahun, sedangkan harapan lama sekolah menyentuh angka 16,44 tahun. Lebih membanggakan lagi, tingkat kelulusan SD dan SMP dalam dua tahun terakhir mencapai 100%.

Dalam arahannya, Wali Kota mengutip pepatah Latin “Ubi Concordia, Ibi Victoria” — di mana ada persatuan, di situ ada kemenangan. Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan bukan hasil kerja satu pihak saja, melainkan buah kolaborasi semua elemen.
Sejalan dengan visi-misinya bersama Wakil Wali Kota, pembangunan SDM yang berkualitas dan berkarakter ditempatkan sebagai prioritas utama. Pendidikan, kata dia, bukan hanya tentang nilai ujian, tetapi juga tentang pembentukan karakter anak yang menghargai orang lain, mencintai kebersihan, dan menjunjung tinggi adat budaya.
Wali Kota juga menyampaikan refleksi atas 139 tahun berdirinya Kota Kupang dan 29 tahun sebagai daerah otonom. Ia mengajak seluruh pihak menjadikan momentum Hari Otonomi Daerah yang jatuh bersamaan dengan ulang tahun kota sebagai refleksi penting untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat, khususnya dalam hal akses dan kesejahteraan pendidikan.
Kabar baik juga datang dari sektor tenaga pendidik. Dari total 1.700 guru calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), lebih dari 1.300 telah memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP) dan akan segera menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan serta pencairan gaji. Wali Kota menegaskan komitmennya agar proses ini dipercepat agar para guru segera memperoleh haknya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengapresiasi CSR dari KB Bank berupa dua unit motor pengangkut sampah dan 10 unit kontainer sampah berkapasitas 660 liter. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun kota.















