KUPANG,DetikNTT.com — Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Tani NTT menggelar kegiatan Penanaman Jagung Bersama di lahan Lanud El Tari Kupang sebagai simbol dimulainya gerakan besar kebangkitan petani muda di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dihadiri unsur TNI AU, dunia usaha, akademisi, mahasiswa, dan berbagai organisasi kepemudaan.
Ketua panitia sekaligus calon Ketua DPD Pemuda Tani NTT, Bobby Lianto, mengatakan bahwa penanaman ini merupakan langkah awal menuju pembangunan ekosistem pertanian modern yang melibatkan generasi muda. “Ini adalah gong pergerakan kebangkitan Pemuda Tani NTT. Teknologi dan digitalisasi membuat pertanian modern hanya bisa dijalankan dengan penuh semangat oleh anak-anak muda,” ujar Bobby Lianto.
Acara turut dihadiri Wakil Ketua Umum DPP Pemuda Tani Indonesia Yeremias Ndun, konsultan pertanian Silvester Sudin, para dewan pakar, mahasiswa Politani, PT SMJ serta para calon ketua pengurus kabupaten se-NTT.
DPD Pemuda Tani menargetkan pembukaan lahan awal seluas 150 hektar, dengan target jangka panjang mencapai 1.000 hektar di daratan Timor. Program ini disinergikan dengan Sekolah Tani, yang akan memberikan pendampingan dan pelatihan pertanian modern kepada pemuda dan mahasiswa.Dalam kegiatan tersebut, beberapa tokoh pertanian hadir memberikan motivasi, antara lain Hengky Lianto owner perkebunan kakao nasional, Dr. Andre Hartanto, pendiri pabrik kelor Lamoringa yang telah menembus pasar ekspor, dan Silvester Udin Konsultan petani modern dengan pengelolaan lahan lebih dari 2.500 hektar di Flores .
Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus dan penandatanganan lima kerja sama (MoU), termasuk: Pembentukan Koperasi Pemuda Tani (Komuni),Kerja sama dengan BRI, Kemitraan dengan PHRI untuk suplai produk ke hotel dan restoran,Kolaborasi dengan Politani Kupang ,Penyediaan mesin Sachet UMKM oleh Beta Print .
Aplikasi digital koperasi juga tengah disiapkan untuk membantu pemasaran hasil pertanian secara langsung ke dapur industri, hotel, restoran, bahkan rumah tangga.
Mewakili Danlanud El Tari Kupang, Kolonel Sulistyo Utomo Kadis Operasional menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan penanaman ini dan menilai kolaborasi lintas sektor sangat penting bagi pembangunan pangan di NTT.“Kerja sama ini menjadi bukti bahwa dunia usaha, pemerintah, pendidikan, dan TNI AU dapat bersinergi dalam membangun pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap wilayah yang selama ini tampak kuning saat musim kemarau dapat berubah menjadi hijau oleh tanaman jagung dan komoditas produktif lainnya.
Wakil Ketum DPP Pemuda Tani Indonesia, Yeremias Ndun, menegaskan pentingnya regenerasi petani di Indonesia. Menurutnya, usia petani yang semakin menua menjadi ancaman bagi masa depan pangan. “Jika tidak ada pemuda yang mau bertani, siapa yang akan memberi makan negeri ini? Kita harus menunjukkan bahwa menjadi petani muda adalah hal yang membanggakan,” tegas Yeremias.
Ia optimistis bahwa lahan di Lanud El Tari yang mulai ditanami ini akan segera menjadi kawasan hijau yang produktif.Secara Terpisah Direktur PT Silvano Mainar Jaya (SMJ) Silvester Sudin mengatakan berbagai teknologi yang diterapkan perusahaan melalui konsep 4P (Pemberdayaan, Pelatihan, Pendampingan, Pengembangan) . Teknologi yang ditampilkan pada kegiatan ini meliputi Drone pertanian untuk persiapan lahan, penyemprotan hama, dan pemupukan,Alat tanam modern yang mempercepat proses penanaman,Benih unggul NK 7328 serta Obat pembasmi Hama .PT SMJ juga menanggung seluruh biaya teknologi di awal, sementara petani wajib mengikuti pelatihan akademi sebelum diperbolehkan menggunakannya.Dengan pelibatan generasi muda, kolaborasi lintas sektor, dan pemanfaatan teknologi modern, kegiatan Penanaman Jagung Bersama di Lanud El Tari ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan pertanian Nusa Tenggara Timur.**














