Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerahKriminalNasional

Kutuk Penyerangan terhadap Mahasiswa Katolik yang Sedang Beribadah, Angelo Desak Kapolri Tangkap Para Provokator

1007
×

Kutuk Penyerangan terhadap Mahasiswa Katolik yang Sedang Beribadah, Angelo Desak Kapolri Tangkap Para Provokator

Sebarkan artikel ini
Ket : Anggota DPD Asal NTT Angelius Wake Kako, Foto : Istimewa

DetikNTT.Com || Jakarta – Senator asal NTT yang juga Ketua Harian Forum Aktivis Nasional mendesak Kapolri untuk segera menangkap provokator dan pelaku penyerangan terhadap para mahasiswa Katolik yang sedang menjalankan ibadat.

Peristiwa penyerangan itu terjadi ketika sejumlah mahasiswa sedang melakukan doa rosario di kos-kosan mereka di Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (5/5) malam.

“Kapolri harus segera menangkap para provokotar dan pelaku penyerangan itu. Tidak boleh dibiarkan tindakan-tindakan kriminal dan intoleran seperti ini,” ujar Angelius Wake Kako, anggota DPD Dapil Satu Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga:  BBWS NT II Akui Distribusi Air Baku Bendungan Napun Gete Belum Optimal

Mantan Ketua PMKRI Nasional yang akrab disapa Angelo mengatakan bangsa ini dibangun di atas fondasi pulraritas yang menghormati perbedaan suku, agama dan golongan.

“Ini sikap dan tindakan primitif yang harus segera dibasmi. Tak boleh ada orang atau kelompok yang bertindak kriminal dan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa,” tegasnya.

Menurut dia, negara ini berlandaskan Pancasila dan siapa pun bebas menjalankan ibadahnya. “Mereka yang menyerang  orang yang sedang beribadah adalah perusak negara Indonesia sebagai negara demokrasi.  Kapolri harus segera merespon ini dengan tegas,” janjut Angelo.

Baca Juga:  Peringatan HUT Ke - 23 PT PLN Nusantara Power Services, Manajer Unit PLTU Ropa Apresiasi Kinerja Manajemen dan Karyawannya

Dia meminta pihak kepolisian sebagai alat negara segera tangkap provokator dan pelaku penyerangan tersebut,” tegasnya.

Seperti diketahui, sejumlah mahasiswa Katolik di Serpong dari Universitas Pamulang (Unpam) yang sedang berdoa rosario sebagai bentuk devosi kepada Bunda Maria, tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang yang membawa senjata tajam, seperti samurai dan balok.

Dalam aksi penyerangan itu, dua mahasiswi mengalami luka sayatan serius, sementara seorang mahasiswa pria Muslim juga ikut terluka saat berusaha membela dan melindungi mereka.

Baca Juga:  Hadiri Natal Bersama Ikebana, Wali Kota Kupang Tegaskan Peran Komunitas Diaspora sebagai Fondasi Kota yang Kuat

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19:30 WIB, setelah didengar teriakan provokatif dari Ketua RT setempat yang meminta para mahasiswa untuk membubarkan diri dengan kata-kata yang tidak pantas.

Angelo tak lupa memberikan apresiasi kepada sejumlah warga Islam atas aksi solidaritas mereka yang membantu menyelamatkan para mahasiswa dari serangan tersebut.

“Terima kasih atas aksi solidaritas umat Islam  yang melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian setempat. Ini tindakan yang sangat terpuji,” tegasnya.

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *