Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Budaya

Kupang Akan menjadi Tuan Rumah Indonesia-Pacific Cultural Synergy 2025

112
×

Kupang Akan menjadi Tuan Rumah Indonesia-Pacific Cultural Synergy 2025

Sebarkan artikel ini

Kupang, DetikNtt.com — Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia akan menyelenggarakan Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 pada 11–13 November 2025 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan bertajuk Celebrating Shared Cultures and Community Wisdom ini akan mempertemukan pemimpin budaya, seniman, akademisi, komunitas, serta perwakilan dari negara-negara Pasifik untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi lintas budaya demi pembangunan berkelanjutan di kawasan.Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Endah T.D. Retnoastuti, kepada media pada Senin, 10 November 2025, di Kupang.

Endah hadir bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT Jhoni Asadoma, Bupati Rote Ndao, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

IPACS 2025 dirancang sebagai forum strategis yang menegaskan peran budaya sebagai penggerak diplomasi dan pembangunan berkelanjutan.Dalam konteks hubungan maritim dan warisan budaya yang saling terkait antara Indonesia dan negara-negara Pasifik, kegiatan ini menempatkan budaya sebagai jangkar identitas sekaligus pendorong inovasi ekonomi kreatif.

Agenda ini juga sejalan dengan visi RPJMN 2025–2029 serta arah kebijakan nasional dalam memperkuat harmonisasi antara manusia, lingkungan, dan budaya.Rangkaian IPACS 2025 diawali dengan program pra-acara residensi budaya pada 3–10 November 2025 yang melibatkan perwakilan dari 10 negara Pasifik dan enam provinsi Indonesia bagian timur.Program tersebut mencakup Pameran Besar Pemajuan Kebudayaan Indonesia di Kawasan Timur, Dialog Tingkat Menteri (Ministerial Dialogue) bertema *Rich and Diverse Cultural Heritage of the Pacific Region as a Driver and Enabler of Sustainable Development*, sesi pleno tematik, pertunjukan kolaboratif hasil residensi, serta kunjungan edukasi ke Museum Daerah NTT.

Baca Juga:  Festival Musim Dingin 2025 Di TTS, di Hadiri Wali Kota Kupang dan Ketua TP PKK

Residensi budaya akan difokuskan pada tiga tema utama, yaitu kerajinan bambu, musik tradisional, dan tari tradisional, dengan hasil karya yang akan ditampilkan pada acara puncak.Sebanyak 17 negara kawasan Pasifik telah diundang untuk berpartisipasi, dan hingga kini 12 negara telah mengonfirmasi kehadiran, termasuk delegasi tingkat menteri dari Fiji, New Caledonia, Papua New Guinea, dan Solomon Islands.Selain itu, acara ini juga akan dihadiri oleh Duta Besar RI untuk negara-negara Pasifik, perwakilan kementerian dan lembaga pusat maupun daerah, balai pelestarian kebudayaan, anggota DPR, lembaga internasional, LSM kebudayaan, serta komunitas budaya lokal.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan IPACS 2025 di Kupang. Ia menilai ajang ini menjadi momentum penting bagi NTT untuk memainkan peran strategis sebagai pintu gerbang Indonesia menuju Pasifik.“ untuk keamanan kita sudah Koordinasikan dengan pihak Polda , TNI kita akan Mengoptimalisasikan delegasi di Bandara, diHotel, Dijalan ,dan juga apabila ada acara khusus” Ungkap Wakil Gubernur .

Baca Juga:  Tidak Perna Mengangkat Tadeus Ngga’a Sebagai Kopokasa, Yanto Manggo : Pengangkatannya Sebagai Kopokasa  tidak Sah dan Ilegal

Wagub juga mengajak seluruh Masyarakat menjaga keamanan, keselamatan ketertiban dan kelancaran dari acara tersebut “Yang terpenting adalah bagaimana kita menyambut Event ini dengan memberikan citra positif “. ungkap Wagub.

Gubernur NTT Menambahkan Kapan lagi kita mendapat kesempatan seperti ini? Hanya satu atau dua daerah di Indonesia yang bisa menjadi tuan rumah kegiatan berskala internasional seperti IPACS. Ini saatnya NTT menunjukkan peran pentingnya sebagai pintu menuju Pasifik,” ujar Gubernur Melkiades.

Ia juga mengimbau masyarakat agar berpartisipasi aktif, menjaga keamanan, serta menyambut para tamu internasional dengan ramah demi mendukung kelancaran acara dan citra positif Indonesia di mata dunia.Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Jhoni Asadoma menegaskan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan kegiatan ini, baik dari aspek keamanan maupun logistik.“kita masyarakat NTT khususnya di Kupang Kupang dipilih karena memiliki kedekatan geografis dan kultural dengan negara-negara Pasifik. Kita berbagi banyak kesamaan, mulai dari budaya pesisir, pengelolaan sumber daya, hingga tradisi seni dan pertunjukan,” jelasnya.

Baca Juga:  Padu Padan Tenun Perkenalkan Tenun NTT dalam acara Misi Dagang dan Investasi

Melalui IPACS 2025, pemerintah berharap dapat menghasilkan sejumlah keluaran konkret, antara lain dokumen rekomendasi kebijakan antar-menteri budaya Pasifik, pembentukan jejaring residensi budaya permanen, lahirnya produk budaya inovatif bernilai ekonomi bagi masyarakat lokal, serta strategi kebijakan budaya berkelanjutan yang menjadikan budaya sebagai pilar pembangunan hijau dan inklusif.

Forum tingkat menteri juga akan mengadopsi Joint Statement berjudul A Shared Vision for Sustainable and Resilient Pacific sebagai bentuk komitmen kolektif menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan disrupsi digital.“Menghubungkan warisan budaya kita adalah cara terbaik untuk memperkuat solidaritas, menjaga identitas, dan mendorong ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” ujar Endah T.D. Retnoastuti.

Kementerian Kebudayaan mengundang masyarakat, pelaku seni dan budaya, akademisi, pelaku industri kreatif, serta media untuk hadir dan berpartisipasi dalam IPACS 2025. Mari bersama-sama merayakan semangat The Sea Between Us, The Culture Within Us.”

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *