Ketua Permabudhi Kota Kupang, Indra Efendy, menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kupang atas dukungan terhadap pelaksanaan perayaan Waisak dua tahun terakhir. Dalam laporannya ia memaparkan sejumlah kegiatan dalam rangkaian Waisak, mulai dari penanaman pohon patoh di lingkungan vihara, ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, bersih-bersih vihara, pengambilan air parita di Baumata, hingga donor darah massal bekerja sama dengan PMI, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, dan pelibatan UMKM lokal.
Rangkaian acara Sannipata Waisak malam itu diisi dengan berbagai penampilan seni dan spiritualitas, seperti pembakaran lilin panca warna, tari puja dan pembacaan ayat suci Dharmapada, tarian isyarat tangan “Dunia yang Bersih”, Tarian Bunga Sepe, drama musikan “Lukisan Anak Kambing Berlutut”, tarian kreasi pelajar Madrasah Aliyah, penampilan anak-anak SMB Buddha, serta paduan suara Moderasi Beragama dari Kementerian Agama Kota Kupang.
Acara Sannipata Waisak 2569 BE ini ditutup dengan doa bersama dan pesan damai dari para tokoh lintas agama, menandai komitmen kolektif untuk terus menjaga harmoni dan stabilitas sosial di Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Kupang menjaga predikat sebagai salah satu dari 10 kota paling toleran di Indonesia.















