Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keberagaman yang menjadi identitas Kota Kupang. Ia mengibaratkan keberagaman seperti nada-nada dalam sebuah lagu maupun benang-benang dalam kain tenun. Meski berbeda, seluruh unsur tersebut berpadu secara harmonis sehingga menghasilkan keindahan.
“Persatuan bukan berarti menjadi sama, tetapi mampu berjalan bersama dalam perbedaan. Keberagaman bukan penghalang, melainkan kekuatan yang mempersatukan kita untuk membangun Kota Kupang sebagai rumah bersama,” ungkapnya.
Mengutip sebuah ungkapan bijak, Wali Kota mengatakan bahwa datang bersama merupakan sebuah permulaan, tetap bersama adalah sebuah kemajuan, sedangkan mampu bekerja bersama merupakan sebuah kesuksesan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi lintas agama, lintas suku, dan lintas budaya demi mewujudkan Kota Kupang yang semakin maju dan harmonis.
Menutup sambutannya, Wali Kota menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE kepada seluruh umat Buddha. Ia berharap perayaan suci tersebut membawa kedamaian, kebijaksanaan, dan semangat cinta kasih yang semakin mempererat persaudaraan di tengah masyarakat. Menurutnya, membangun kota tidak hanya berarti membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia yang berkarakter, bermoral, serta saling menghormati. Karena itu, organisasi keagamaan seperti Permabudhi memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai-nilai toleransi dan kemanusiaan sebagai fondasi Kota Kasih.
Ketua Permabudhi Provinsi NTT, Indra Effendy, mengatakan bahwa Perayaan Trisuci Waisak menjadi momentum untuk mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha sekaligus menghayati nilai cinta kasih dan kasih sayang universal sebagaimana tema Waisak tahun ini, “Dharma Menjaga Kedamaian Dunia”. Menurutnya, nilai-nilai Dharma harus diwujudkan melalui kepedulian sosial, pengendalian diri, serta semangat menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Kupang beserta Pemerintah Kota Kupang yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan seluruh rangkaian Perayaan Sannipata Waisak. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memfasilitasi kehidupan beragama serta merawat harmoni dan toleransi di Kota Kupang sebagai Kota Kasih.
Mengakhiri sambutannya, Indra Effendy menjelaskan bahwa rangkaian peringatan Waisak tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, di antaranya pendalaman Dharma, bakti sosial, donor darah, aksi peduli lingkungan, kunjungan ke panti sosial, hingga puncak Perayaan Trisuci Waisak. Ia mengajak seluruh umat Buddha untuk terus bergotong royong, menjaga kelestarian lingkungan, serta berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan Kota Kupang demi terwujudnya masyarakat yang damai, harmonis, dan sejahtera.















