Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaEkonomi

Dari Panggung Budaya hingga Usulan Kawasan Kuliner di Naikolan

65
×

Dari Panggung Budaya hingga Usulan Kawasan Kuliner di Naikolan

Sebarkan artikel ini

DetikNTT.Com, Kupang – Event Budaya Kelurahan Naikolan 2026 tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menjadi wadah warga menyampaikan aspirasi, mengembangkan UMKM, serta memperkuat solidaritas sosial.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Bougenvil, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Senin (28/9/2026), mengusung tema “Satu Budaya, Seribu Kreasi, Satu Kebersamaan.”

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, mengatakan budaya merupakan bagian penting dari pembangunan karena berkaitan dengan identitas dan kebersamaan masyarakat.

Baca Juga:  Wali Kota Kupang Dukung Gubernur NTT Tuntaskan Monumen Pancasila

“Budaya adalah ingatan kolektif sebuah masyarakat. Ketika budaya kita rawat, kita memastikan generasi yang akan datang tidak kehilangan akar ketika melangkah menuju masa depan,” ujarnya.

Event tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat menyampaikan gagasan terkait pengembangan ekonomi lokal. Ketua Panitia sekaligus Ketua LPM Kelurahan Naikolan, Yeni Misa, mengusulkan agar ruas Jalan Bougenvil dapat dikembangkan menjadi kawasan kuliner untuk membuka ruang usaha baru bagi warga.

Baca Juga:  Sekda Kota Kupang Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dan Keberlanjutan Vaksinasi HPV bagi Perempuan

Menurut Yeni, Event Budaya Naikolan telah digelar empat kali sejak 2023. Selain pelestarian budaya, kegiatan ini diarahkan untuk mempererat kerukunan warga dan mendukung aktivitas UMKM.

Tahun ini, event berlangsung selama tiga hari, 28–30 September 2026, dengan menampilkan budaya Alor serta keberagaman budaya Flobamora.

Semangat solidaritas juga hadir melalui penggalangan dana yang dilakukan San Jose Choir bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores.

Baca Juga:  Diduga Menggelapkan Mobil Hadiah BRI, Staf CV. Anugerah Perkasa Dilaporkan ke Polres Ende

Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Roy Ratu Riwu Kaho, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, event budaya dapat menjadi ruang untuk mengembangkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan.

“Penggalangan dana bagi masyarakat terdampak bencana menunjukkan bahwa kebudayaan tidak hanya berbicara tentang identitas, tetapi juga tentang nilai kemanusiaan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang Copy!