DetikNTT.Com || Ende – Akun media sosial anonim bernama “Chiva Punk Nie”. menjadi sorotan karena secara agresif menyerang lembaga DPRD serta pihak-pihak yang dianggap berseberangan dengan pemerintah daerah melalui unggahannya di Facebook yang dinilai menghina dan menyerang ranah pribadi.
Ketua Fraksi Nasdem DPRD Ende, Armin Wuni Wasa, melalui pesan WahtsApp, menduga bahwa dalang di balik akun palsu tersebut bukanlah orang sembarangan, melainkan figur yang berada di dalam lingkaran kekuasaan eksekutif.
“Saya menduga bahwa akun palsu Chiva Punk Nie adalah orang dalam lingkaran kekuasaan,” ungkap Armin.
Kecurigaan ini bukan tanpa dasar. Armin menjelaskan bahwa akun tersebut kerap membeberkan dokumen dan data sensitif yang seharusnya bersifat rahasia dan terbatas.
Salah satu yang paling mencolok adalah bocornya informasi mengenai temuan inspektorat senilai Rp7 miliar di lembaga DPRD.
Lebih lanjut Armin menambahkan akses terhadap dokumen hasil pemeriksaan tersebut sangat terbatas.
Hal inilah yang memperkuat indikasi adanya keterlibatan orang dalam yang sengaja membocorkan data tersebut untuk menyerang lembaga DPRD.
“Akun Chiva Punk bisa tau angka-angka temuan itu, padahal dokumen itu hanya ada di Banwas (Inspektorat) dan Bupati Ende, jadi saya menduga bahwa akun palsu ini adalah tidak lain orang dalam lingkaran kekuasaan,” tegas Armin.
Indikasi kedekatan akun tersebut dengan pejabat daerah semakin menguat berdasarkan penelusuran digital yang dilakukan oleh pihak DPRD.
Armin mengungkapkan temuan janggal pada daftar pertemanan akun tersebut.
“Kami coba menelusuri akun palsu Chiva Punk hanya memiliki dua teman, yang pertama istri dari pejabat di Kabupaten Ende dan yang kedua teman dari istri pejabat tersebut,” bebernya.
Mantan aktifis PMKRI ini, mendesak aparat kepolisian Resort Ende untuk bergerak cepat dan tidak pandang bulu dalam mengungkap identitas asli pemilik akun tersebut.
“Negara tidak boleh kalah dengan akun yang tidak bertanggung jawab,” Tuturnya.













