Kupang, DetikNTT.Com – Komunitas Perempuan Prima Mandiri Kota Kupang terus mendorong masyarakat kecil untuk mengembangkan usaha melalui peningkatan kapasitas, legalitas, dan pemanfaatan teknologi digital.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pelatihan UMKM bertajuk “Peningkatan Kapasitas Pemasaran Digital untuk Pelaku Usaha” yang digelar di Kecamatan Kelapa Lima, Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kegiatan ini menyasar warga setempat yang telah menjalankan usaha maupun yang sedang merintis usaha, namun masih menghadapi keterbatasan dalam mengurus izin usaha, membuat label produk, membangun merek, serta memanfaatkan pemasaran digital.
Ketua Perempuan Prima Mandiri Kota Kupang, Gabriela, mengatakan komunitas tersebut dibangun secara mandiri sejak 2025 dengan perhatian khusus kepada masyarakat kecil yang ingin mengembangkan usaha.
Menurut Gabriela, salah satu persoalan yang masih dihadapi pelaku usaha kecil adalah keterbatasan pemahaman terkait legalitas usaha.
“Ini kita bentuk secara mandiri untuk masyarakat yang belum punya izin usaha. Masyarakat-masyarakat kecil kendalanya memang di izin usaha,” ujar Gabriela.
Sejak berdiri pada 2025, Perempuan Prima Mandiri Kota Kupang telah melaksanakan empat kali kegiatan sosialisasi UMKM. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya komunitas untuk membangun kesadaran masyarakat agar mampu mengembangkan usaha secara bertahap, mulai dari skala kecil.
Dalam pelatihan di Oesapa Barat, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pembuatan label, legalitas usaha, pembangunan merek, strategi bisnis, hingga pemanfaatan teknologi untuk memperluas pemasaran produk.
Pelatihan juga tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi. Metode yang digunakan berupa ceramah dan diskusi bersama warga, sehingga peserta dapat menyampaikan secara langsung berbagai kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha.
Gabriela menjelaskan, masyarakat yang menjadi sasaran pendampingan merupakan pelaku usaha yang memiliki potensi, namun masih membutuhkan pengetahuan dan pendampingan untuk meningkatkan daya saing produknya.
“Memang kita ambil mereka yang benar-benar punya usaha, tapi kendalanya di izin usaha, label mereka kurang paham dan pemasaran digital marketing. Jadi itu yang kita dorong,” jelasnya.
Sejumlah usaha yang dikembangkan masyarakat di antaranya pembuatan keripik pisang dan jagung goreng. Produk-produk tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan apabila didukung dengan legalitas, kemasan atau label yang baik, serta strategi pemasaran yang tepat.
Melalui kegiatan tersebut, Perempuan Prima Mandiri juga mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari strategi pemasaran. Pemanfaatan pemasaran digital diharapkan dapat membantu pelaku UMKM menjangkau konsumen yang lebih luas dan meningkatkan daya saing produk.
Antusiasme warga terhadap kegiatan tersebut, kata Gabriela, cukup tinggi. Bahkan, masyarakat secara langsung membentuk kelompok dan meminta pendampingan terkait pengurusan izin usaha maupun pembuatan label produk.
“Mereka sangat antusias. Mereka langsung buat kelompok dan minta tolong, ‘Ibu bantu kami seperti izin usaha, label.’ Jadi kita juga kerja sama dengan Koperasi PLUT yang ada di Jalan Palapa,” katanya.
Gabriela menambahkan, Perempuan Prima Mandiri hingga saat ini masih bergerak secara mandiri dan belum memperoleh dukungan dari Pemerintah Kota Kupang.
Namun, komunitas tersebut memilih untuk terlebih dahulu membangun dan menjalankan program secara bertahap sebelum mengajukan dukungan kepada pemerintah.
“Kalau untuk perhatian dari Pemkot sendiri kita belum sampai ke sana. Nanti kalau sudah berjalan baik, baru kita minta dukungan Pemkot karena ini masih di bawah, kita masih mendorong mereka untuk berusaha,” ungkapnya.
Perempuan Prima Mandiri berharap pendampingan yang dilakukan dapat membantu masyarakat kecil tidak hanya memiliki usaha, tetapi juga mampu mengelolanya secara lebih profesional, memiliki legalitas, membangun merek yang kuat, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.
Dengan penguatan kapasitas tersebut, pelaku UMKM diharapkan semakin percaya diri mengembangkan usaha dan mampu meningkatkan daya saing produk di tengah perkembangan pasar yang semakin berbasis digital.














