Ende, http://DetikNTT.Com – Sebanyak 98 santri Pondok Pesantren PPMS Walisanga, Kabupaten Ende, masih bertahan di lingkungan pesantren di tengah kondisi pascagempa bumi Flores. Kondisi tersebut mendapat perhatian Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena yang datang langsung mengunjungi pesantren tersebut, Jumat (28/8/2026).
Kunjungan Gubernur Melki dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi para santri sekaligus meninjau bangunan pesantren yang terdampak gempa.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur berdialog dengan pengelola pesantren dan para santri. Ia juga menyerahkan bantuan berupa sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan para santri selama masa tanggap darurat.
Pimpinan Pesantren PPMS Walisanga Ende, Sitti Halimah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Gubernur Melki yang telah datang langsung melihat kondisi pesantren dan para santri.
“Terima kasih banyak Bapak Gubernur sudah datang ke sini lihat kami. Kami senang dan bahagia sekali hari ini. Terima kasih banyak atas bantuan dan dukungannya bagi kami di Pesantren Walisanga ini,” ujar Halimah.
Halimah menjelaskan, 98 santri yang terdiri dari laki-laki dan perempuan hingga kini masih berada di pesantren. Mereka belum dipulangkan ke rumah masing-masing karena kondisi orang tua dan keluarga di daerah asal yang juga terdampak gempa.
Situasi tersebut membuat pihak pesantren harus menyesuaikan aktivitas harian para santri dengan kondisi pascabencana.
Kegiatan pendidikan dan ibadah tetap dilaksanakan, namun untuk sementara dilakukan di luar ruangan. Para santri memanfaatkan tenda sebagai tempat belajar sekaligus menjalankan aktivitas ibadah, termasuk salat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi bangunan pesantren yang terdampak gempa, ditambah aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung.
Kunjungan Gubernur Melki menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat yang berada di lembaga pendidikan turut mendapat perhatian selama masa tanggap darurat.
Pemerintah Provinsi NTT terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, serta berbagai elemen masyarakat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak gempa tetap terpenuhi.
Selain membantu memenuhi kebutuhan selama masa tanggap darurat, dukungan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat proses pemulihan masyarakat pascabencana.













