Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaBudaya

Jadikan Keragaman Etnis sebagai Diplomasi Kota Jasa, Wali Kota Kupang Promosikan Budaya NTT di Rakernas APEKSI Medan

41
×

Jadikan Keragaman Etnis sebagai Diplomasi Kota Jasa, Wali Kota Kupang Promosikan Budaya NTT di Rakernas APEKSI Medan

Sebarkan artikel ini

Medan, DetikNTT.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memanfaatkan panggung nasional Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Medan untuk mempromosikan kekayaan budaya Kota Kupang melalui penampilan etnis Rote dalam Karnaval Budaya Nusantara, Kamis (2/7) malam.

Di tengah rintik hujan yang mengguyur Kota Medan sejak sore hari, bersama Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, SH dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang, para Asisten Sekda, kepala perangkat daerah, serta kontingen Kota Kupang, Wali Kota tampil mengenakan busana adat lengkap etnis Rote. Barisan kontingen semakin mencuri perhatian dengan hadirnya maskot Sepe, ikon khas Kota Kupang, yang memimpin iring-iringan peserta.

Momentum tersebut dimanfaatkan Wali Kota untuk memperkenalkan identitas budaya Kota Kupang kepada ribuan peserta Rakernas, tamu undangan, serta masyarakat yang memadati kawasan karnaval. Saat melintas di podium utama, Wali Kota menyerahkan cendera mata berupa topi Ti’i Langga khas Rote kepada Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, serta Wali Kota Medan selaku tuan rumah. Selain itu, oleh-oleh berupa kain tenun khas Rote juga diserahkan kepada istri Wali Kota Medan dan Ketua APEKSI.

Baca Juga:  Presiden Prabowo serukan pesan damai dan semangat persaudaraan, pada perayaan Natal Nasional 2024

Menurut Wali Kota Kupang, pilihan menampilkan budaya Rote bukan tanpa alasan. Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan rumah bagi masyarakat yang berasal dari berbagai suku dan etnis. Salah satu komunitas terbesar yang telah menjadi bagian dari denyut kehidupan Kota Kupang adalah masyarakat Rote.

Baca Juga:  PAD Kota Kupang Cetak Rekor, Tembus 100,09 Persen, Terbaik dalam Lima Tahun

“Kota Kupang adalah kota yang majemuk. Warga kami berasal dari berbagai latar belakang budaya dan etnis yang hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan. Pada kesempatan ini kami memilih mempromosikan budaya Rote sebagai representasi dari kekayaan budaya yang hidup dan berkembang di Kota Kupang,” ujar dr. Christian.

Ia menegaskan, keberagaman budaya bukan sekadar warisan yang harus dijaga, tetapi juga dapat menjadi modal strategis dalam memperkuat daya saing daerah.

“Bagi Kota Kupang yang bertumpu pada sektor jasa, budaya memiliki potensi besar sebagai daya tarik. Identitas budaya mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan sekaligus memperkuat citra kota,” katanya.

Baca Juga:  PT PLN Nusantar Power Services PLTU Ropa, Pastikan Pasokan Listrik Aman Saat Idul Fitri

Komitmen tersebut, lanjutnya, telah diwujudkan Pemerintah Kota Kupang melalui penyelenggaraan Karnaval Budaya pada peringatan HUT ke-140 Kota Kupang dan Hari Jadi ke-30 sebagai Daerah Otonom beberapa waktu lalu. Untuk pertama kalinya, seluruh etnis yang hidup di Kota Kupang dilibatkan dalam satu panggung kebersamaan.

“Karnaval budaya pada HUT Kota Kupang menjadi bukti bahwa keberagaman adalah kekuatan. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa sehingga kami berkomitmen menjadikannya agenda tahunan sebagai ruang promosi budaya sekaligus mempererat persatuan seluruh warga Kota Kupang,” tambahnya.

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *