Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerah

Retakan Muncul pada Area Tambalan Aspal, Kualitas Proyek Ruas Ndona–Aekipa Kembali Disoroti Warga

24
×

Retakan Muncul pada Area Tambalan Aspal, Kualitas Proyek Ruas Ndona–Aekipa Kembali Disoroti Warga

Sebarkan artikel ini

DetikNTT.Com || Ende – Kualitas pekerjaan proyek peningkatan ruas jalan segmen Ndona–Sokoria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi (APBD I), kembali menjadi sorotan publik.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC) tersebut sebelumnya sempat menuai perhatian akibat munculnya kerusakan dini pada badan jalan. Kini, indikasi penurunan mutu konstruksi kembali ditemukan pada lokasi yang sama.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (24/6/2025), bagian tepi perkerasan aspal (edge pavement) yang sebelumnya diduga telah menjalani pekerjaan perbaikan (patching) kembali mengalami retak memanjang (longitudinal cracking) dengan panjang sekitar 10 meter. Kerusakan tersebut muncul hanya beberapa bulan setelah dilakukan perbaikan oleh kontraktor pelaksana.

Seorang pengguna jalan, Herman, mengatakan kerusakan pada titik tersebut bukanlah kejadian pertama. Menurutnya, retakan bahkan sempat berkembang menjadi pecah sebelum akhirnya diperbaiki oleh rekanan.

Baca Juga:  Gubernur Melki Laka Lena Atas Nama Presiden RI Resmi Lantik Bupati dan Wakil Bupati Belu Masa Jabatan 2025-2030

“Namun, hanya dalam hitungan beberapa bulan setelah dilakukan perbaikan, retakan kembali muncul di lokasi yang sama. Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan yang dilaksanakan,” ujarnya.

Ia menilai, kerusakan yang berulang pada ruas jalan yang relatif baru selesai dibangun menjadi indikator perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelaksanaan konstruksi, mulai dari mutu material, metode pelaksanaan, hingga efektivitas pengawasan teknis selama pekerjaan berlangsung.

“Dengan anggaran yang bersumber dari APBD, masyarakat tentu berharap memperoleh infrastruktur yang memiliki kualitas baik dan umur layan sesuai perencanaan. Yang terjadi justru kerusakan berulang meski telah dilakukan perbaikan,” katanya.

Secara teknis, kemunculan retak dini pada lapisan perkerasan lentur (flexible pavement) dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

Di antaranya kegagalan ikatan antar lapis (bonding failure), penurunan daya dukung lapisan pondasi (base failure), ketidaksesuaian karakteristik campuran beraspal (asphalt mix quality), proses pemadatan (compaction) yang tidak memenuhi spesifikasi, maupun lemahnya sistem pengendalian mutu (quality control) dan penjaminan mutu (quality assurance) selama pelaksanaan pekerjaan.

Baca Juga:  Tour de eNTeTe 2025 Siap Digelar, 13 Negara Dipastikan Ambil Bagian

Selain itu, retak pada bagian tepi perkerasan (edge cracking) juga dapat dipicu oleh kurang memadainya dukungan bahu jalan (shoulder support), penurunan tanah dasar (subgrade settlement), maupun pengaruh beban lalu lintas yang berulang pada area dengan kapasitas struktur yang tidak optimal.

Herman meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memperketat pengawasan terhadap setiap tahapan pembangunan infrastruktur agar setiap pekerjaan konstruksi dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, standar mutu, dan ketentuan kontrak.

“Pemerintah harus lebih selektif dalam memilih penyedia jasa konstruksi yang memiliki kapasitas dan rekam jejak yang baik. Infrastruktur jalan merupakan investasi publik yang harus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  Melki Laka Lena dan Johni Asadoma Resmi Dilantik Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Masa Jabatan 2025-2030

Ia juga mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja instansi teknis yang bertanggung jawab atas pengawasan proyek, khususnya dalam penerapan sistem quality control (QC) dan quality assurance (QA) pada proyek-proyek strategis yang dibiayai menggunakan anggaran negara.

Masyarakat berharap dilakukan audit teknis (technical audit) secara independen terhadap ruas jalan tersebut guna mengidentifikasi penyebab utama kerusakan berulang sekaligus memastikan setiap pekerjaan perbaikan yang akan dilaksanakan memenuhi standar konstruksi jalan sebagaimana diatur dalam spesifikasi teknis yang berlaku.

Sementara itu pihak PT. Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC) Ende saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp, menjelaskan terkait dengan pengerusakan akan di perbaiki.

” Bagimana ade, soal rusak, ada masa pemeliharaan, nanti diperbaiki,”Jelasnya.

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *