Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerah

Semana Santa Jadi Kekuatan Spiritual dan Ekonomi, AWK sebut Larantuka Sudah Jadi Wisata Religi Alami

501
×

Semana Santa Jadi Kekuatan Spiritual dan Ekonomi, AWK sebut Larantuka Sudah Jadi Wisata Religi Alami

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

DetikNTT.Com || Larantuka – Anggota DPD RI, Angelius Wake Kako, menyebut Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menjadi destinasi wisata religi tanpa perlu promosi.

“Saya pikir Larantuka sudah menjadi wisata religi. Tanpa dipromosikan pun, daerah ini sudah memiliki daya tarik. Tinggal bagaimana kita membicarakan konsep berkaitan dengan wisata. Bagi saya, religi tetaplah religi, orang datang dengan kekhusyukan dan intensi pribadi,”ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.

Namun, kata dia, dalam konteks ekonomi, hal ini berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat. Karena itu, potensi tersebut bisa didorong menjadi wisata yang lebih besar dengan dukungan fasilitas seperti penginapan, kuliner, dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Buka Musda XIV HIPMI NTT, Wagub Johni Asadoma Dorong Kolaborasi Pengusaha Muda Bangun Ekonomi Daerah

Menurutnya, Semana Santa memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa. Momen ini merupakan saat umat Katolik ikut merasakan kedukaan Bunda Maria ketika Putra Tunggal-Nya, Tuhan Yesus, disalibkan.

Momen Berharga

Momen Semana Santa sangat berharga karena umat kembali menghidupkan spiritualitas dengan meneladani Bunda Maria sebagai sosok yang menyimpan segala persoalan dalam hatinya, menjaga rahasia, serta setia menemani Putranya dalam perjalanan ziarah hingga puncaknya wafat di kayu salib.

Baca Juga:  Semangat Idul Fitri 1447 H, PT PLN Nusantara Power Services PLTU Ropa Berkomitmen untuk Memberikan Pasokan Listrik yang Kontinyu dan Berkualitas

“Ini yang menjadi momen berharga bagi saya, keluarga, dan semua peziarah untuk kembali menghidupkan spiritualitas dengan meneladani Bunda Maria,”ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi Semana Santa yang merupakan peninggalan Portugis di Larantuka sejak ratusan tahun lalu hingga kini tetap hidup dalam kultur budaya masyarakat setempat.

Diketahui, hampir di setiap kampung dan semua suku memiliki kapel yang dijadikan tempat spiritual, tempat berkumpul, serta tempat mengambil keputusan besar melalui doa.

Baca Juga:  Pro Terhadap Rakyat Kecil, Walikota Terpilih Kota Kupang Menolak Pengadaan Mobil Dinas Baru

“Bagi saya, ini energi yang baik dan berkaitan erat dengan budaya yang sudah menyatu di Larantuka. Di sini, budaya masyarakat menyatu dan hidup dalam bentuk kapel-kapel yang sangat banyak,”jelas mantan Ketua PMKRI Pusat tersebut.

Menurutnya, Larantuka merupakan tempat untuk kembali ketika hidup terasa berantakan atau saat kehilangan harapan. Dengan datang ke Larantuka, seseorang dapat menemukan kembali jati diri serta spirit yang menjadi pegangan hidup.

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *