Kupang,Detikntt.com || Yarni Nabuasa, perempuan asal Kecamatan Noebeba, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang juga anggota Pemuda Tani Indonesia (Petani) NTT bagian perkebunan bertekad untuk merangkul anak-anak muda membangun mimpi dari desa tanpa harus merantau.
Hal tersebut disampaikan usai mengikuti penanaman perdana jagung yang diadakan Pemuda Tani Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, di Kupang pada Sabtu (13/12/2025) Sebagai perwakilan TTS dan pemilik usaha Asset sambal serta minyak kemiri bakar, Yarni bertekad untuk memberdayakan masyarakat dengan merangkul anak-anak muda membangun mimpi dari desa.
“Tanpa harus merantau, kita bisa membangun mimpi dari desa. Karena itu, saya membangun kelompok tani milenial bernama GEJALA yang berarti Gerakan Menjaga Alam dan Air,” ujarnya.
Meskipun kondisi awal tidak begitu bagus, hal itu tidak menghalangi mereka berinovasi. Kelompok GEJALA yang berdiri pada Maret 2025 mendapatkan dukungan dari pengusaha Fransiskus Go. “Ketika memulai kegiatan panen milenial, kami disupport Pak Frans. Awalnya dia berjanji memberikan geomembran untuk penampungan air hujan, tapi ternyata yang diberikan adalah sumur bor yang sudah terealisasi dan sangat bermanfaat bagi kami,” ungkap Yarni yang akrab disapa Yaya.

Selain Pak Frans, Peter Salem juga turut membantu serta mendukung tim GEJALA memotivasi anak-anak muda. “Kak Peter sebagai anak muda yang berdampak besar selalu membantu memberikan semangat agar teman-teman percaya, di desa juga bisa meraih mimpi,” katanya.
Pak Frans juga melihat potensi kelompok untuk mengembangkan penanaman hultikultural, sayur hidroponik, dan ayam petelur, serta terus mendorong mereka untuk berkembang. Hadirnya Pemuda Tani Indonesia NTT juga membuat Yaya semakin termotivasi.
“Saya terinspirasi oleh kata-kata Bapak Hengky Lianto saat pelantikan: ‘Kalau mau kaya, harus bertani’. Di zaman sekarang, banyak anak muda tidak tertarik bertani, padahal tanpa petani, siapa yang akan memberi kita makan?” ujarnya.
Yaya juga telah meminta ketua DPD Petani Indonesia NTT, Bapak Bobby Lianto untuk hadir dan memotivasi anak-anak muda di TTS. “Dengan kepemimpinan Bapak Bobby Lianto dan dukungan Bapak Fransiskus Go, kelompok tani saya pasti akan lebih berdampak,” katanya.
Ia menambahkan, sosok Bobby Lianto juga sangat menginspirasi karena semangatnya yang nular. “Satu hal yang saya petik dari Pak Bobby dan Pak Hengky: mereka sudah kaya, tapi masih bertani. Bahkan Pak Hengky bertani selama 30 tahun baru mendapatkan fasilitas yang kita belum punya. Jadi, jangan malu bertani – dengan bertani, hidup kita akan lebih baik ke depan,” tutup Yaya.














